Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
10 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
17 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
3
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
10 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
4
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
15 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
5
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
10 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
6
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
10 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Home  /  Berita  /  Sumatera Utara

Wanita Paruh Baya Menangis Berharap Sihar Jadi Pemimpin yang Peduli Warga Kurang Mampu

Wanita Paruh Baya Menangis Berharap Sihar Jadi Pemimpin yang Peduli Warga Kurang Mampu
Minggu, 15 April 2018 13:50 WIB
Penulis: rel
DELISERDANGAksi Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sumatera Utara, Sihar Sitorus menjadi perawat dadakan di pengobatan dan pemeriksaan kesehatan gratis terhenti.

Adalah jeritan tangis wanita paruh baya yang menghentikan aksin Sihar kemudian menanyakan keluhan sakit apa gerangan yang dirasakan warga tersebut, sebelum ia mendapat pemeriksaan medis.
  
Wanita bernama Nurhaya itu tak kuasa menahan tangisbsaat mengetahui kolesterolnya tinggi. Kondisi ini sempat menarik perhatian warga lain yang tengah antre berobat. Tak ayal, hiruk pikuk pemeriksaan dan pengobatan gratis yang digelar Perempuan DJOSS For Sumut di Jalan Ulayat Raya Desa Adat Kec Hamparan Perak Kab Deliserdang, terhenti sejenak.
 
Kepada Sihar, Nurhaya mengaku bahwa kondisi yang tengah dijalaninya harus menanggung beban hidup seorang diri. Sang suami yang telah meninggal dunia, mengharuskan dirinya berjuang seorang diri menghidupkan keempat anaknya yang masih kecil.
 
"Saya harus berjuang sendiri Pak. Saya harus menafkahi anak-anak saya yang masih kecil-kecil Pak. Suami saya meninggal dua tahun lalu," ungkap Nurhaya kepada Sihar.
  
Dirinya pun berharap, Sihar yang berpasangan dengan Djarot memberikan perhatian serius terhadap masyarakat yang kurang mampu. "Saya doakan Bapak memimpin Sumut ini. Saya mohon, tolonglah orang-orang seperti saya Pak. Dengan keterbatasan kondisi saya seperti ini, masih membutuhkan bantuan," harapnya.
 
Sihar pun mencoba menenangkan Nurhaya. Dirinya terus mengelus punggung wanita 65 tahun itu agar tenang. Sihar menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan Nurhaya dengan gula darah dalam kondisi normal, namun tidak sejalan dengan pemeriksaan kolesterol yang tinggi, disebabkan teringat dengan almarhum suaminya dan juga beban hidup yang harus ditanggungnya. Kata Sihar, kondisi ini pula yang membuat Nurhaya lupa akan kondisi kesehatannya.
 
"Ibu Nurhaya ini teringat suaminya yang meninggal dua tahun lalu. Membuat dia sangat sedih, kesulitan hidup yang harus ditanggung seorang diri termasuk anak pertamanya, Ririn kelas 1 SMA hanya mengikuti sekolah paket. Beban hidup ini yang membuat dia lupa akan segala sesuatu dan larut dalam kesedihan yang membuat kesehatan tidak baik," ungkap Sihar.
 
Katanya, pemerintah dengan kondisi ini harus hadir di tengah masyarakat. Dimana, kesehatan baik yang didapat sang ibu, juga menghasilkan kesehatan dan pendidikan yang baik bagi anak.
 
"Warga yang baik akan menghasilkan keluarga yang baik dan akan berkontribusi bagi Sumut. Ini juga menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah, harus memberikan kesehatan dan pendidikan masyarakat yang baik dan lengkap," jelas Sihar.
  
"Edukasi tentang kesehatan harus dijalankan di masyarakat. Kita akan pertajam penetrasi sehingga warga bisa mendapatkan program sosial security yang meng-cover kesehatan," tambah pria ramah itu.
 
Sihar mengakui, dirinya bersama Djarot memprioritaskan kesehatan bagi masyarakat. Program kesehatan yang dirancang dengan Kartu Sumut Sehat memfokuskan masyarakat kurang mampu yang tidak masuk dalam BPJS Kesehatan. "Program kesehatan melalui kartu Sumut sehat kita memiliki anak-anak yang sehat, kuat dan pintar. Begitu juga perhatian kesehatan bagi kaum ibu-ibu," tuturnya.
 
Sihar menambahkan, hal yang sama juga dalam bidang pendidikan, juga menjadi perhatian utama DJOSS. Pria murah senyum itu tak menampik bahwa kondisi sekarang banyak masyarakat harus berjuang untuk bertahan memenuhi kebutuhan sehari-hari. 
 
"Proses sekarang memang kita dalam kesulitan, tapi yakinkan kepada kami, bahwa kita bisa bersama-sama keluar dari kesulitan itu. Namun, anak-anak kita harus tetap sekolah. Ini akan kami implementasikan dalam Sumut Pintar. Ini membantu masyarakat dalam hal pendidikan. Anak-anak kita semua harus tetap mengenyam pendidikan mereka," pungkas Sihar. 

Editor:wen
Kategori:Sumatera Utara, Metropolitan
wwwwww