Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
12 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
12 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
19 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
17 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
5
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
12 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
6
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
12 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Home  /  Berita  /  Badminton

CBA dan Kaki Publik, Laporkan Dugaan Korupsi Miliaran ke Kejaksaan Bekasi

CBA dan Kaki Publik, Laporkan Dugaan Korupsi Miliaran ke Kejaksaan Bekasi
Senin, 16 April 2018 19:37 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

BEKASI – Lembaga Sosial Masyarakat(LSM) Center for Budget Analysis (CBA) dan Kajian dan Analisa Keterbukaan Informasi Publik (KAKI Publik) melayangkan laporan beberapa dugaaan korupsi ke Kejaksaan Negeri kota Bekasi (Kejari) pada Senin (16/4/2018).

Melalui pesan Whatsapp, Koordinator Investigasi Center for Budget Analysis (CBA) Jajang Nurjaman dan Direktur KAKI Publik Adri Zulfianto, mengaku telah melaporkan adanya indikasi dugaan korupsi pada kegiatan jasa perencanaan di salah satu dinas Kota Bekasi.

Menurut mereka, ada masalah pada pembangunan fly over tersebut yang dananya merupakan bantuan Pemprov DKI Jakarta. CBA dan KAKI Publik menengarai, ada 3 proyek yang diduga sudah diatur siapa calon pemenang lelangnya dengan cara mempersulit persyaratan lelangnya.

Masih pada proses tender, 2 LSM ini juga menemukan kejanggalan, dengan ditetapkannya pemenang padahal harga penawarannya lebih tinggi dibanding penawar lainnya.

"Pemerintah menunjuk harga yang lebih mahal dan kisaran perbedaanya hingga mencapai Rp8 Miliar dan negara berpotensi mengalami kerugian mencapai Rp30 Miliar. Ketiga Proyek tersebut dibawah tanggung jawab Sekda," kata mereka dalam rilisnya.

Kasie intel Kejaksaan Negeri Kota Bekasi, Gusti Hamdani saat di komfirmasi terkait adanya laporan 2 lembaga tersebut mengaku masih akan mempelajari laporan .

"Kita akan telaah apakah laporan yang diberikan mengandung unsur-unsur tindak pidana atau tidak. Kami akan pelajari lebih dahulu dan akan  ditindak lanjuti," pungkas Kasie Intel Kejari Kota Bekasi. ***

wwwwww