Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
12 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
12 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
19 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
17 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
5
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
12 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
6
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
12 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Home  /  Berita  /  Badminton

Pelipisnya Terluka saat Kericuhan di Malang, Mario Gomez : Saya Sudah Memaafkan Pelaku

Pelipisnya Terluka saat Kericuhan di Malang, Mario Gomez : Saya Sudah Memaafkan Pelaku
Pelatih Persib, Mario Gomes. (Istimewa)
Senin, 16 April 2018 19:14 WIB
Penulis: Azhari Nasution
MALANG - Pelatih Klub Persib Bandung, Mario Gomez, terkena lemparan benda keras yang diduga batu saat terjadinya kericuhan di Stadion Kanjuruhan, Kab. Malang, Minggu (15/4/2018) malam.

Insiden itu terjadi saat para pemain mulai masuk ke ruang ganti, karena penonton makin nekat merangsek ke lapangan.

Pertandingan Arema FC melawan Persib harus terhenti di menit ke-90+2, atau satu menit sebelum waktu injury time yang diberikan wasit habis. Sialnya, Mario Gomez yang berusia 61 tahun ini terlambat untuk masuk ke ruang ganti.

Tanpa tahu siapa yang telah membuatnya terluka, Mario Gomez memilih memaafkan pelaku atas apa yang dilakukannya. 

Pelatih asal Argentina itu juga bersyukur hanya mengalami luka kecil, meski kepala bagian kanan depan sampai berdarah.

"Saya sudah memaafkan pelaku. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di setiap momen. Tapi jujur ini pengalaman pertama saya selama berkarier di sepak bola," kata Mario Gomez.

Mantan asisten pelatih Inter itu mengajak agar suporter klub sepak bola di Indonesia, untuk menghargai apapun hasil pertandingan. Termasuk keputusan wasit. Jika tidak puas boleh marah atau protes, tetapi jangan sampai mengintimidasi.

"Hal seperti ini tidak bisa terus terjadi di sepak bola. Jangan lakukan kekerasan, itu sagat merugikan tim. Jika kita bisa memahami setiap hasil, baik menang, seri, atau kalah, sepak bola akan terasa lebih indah," ujar Mario Gomez. ***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Badminton, PON, Non Olympic, Jawa Barat, Jawa Timur
wwwwww