Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Taman Bendera Pusaka Raih Seoul Design Award, Komisaris PT ITJ: Legacy Pramono Anung Diakui Dunia
Metropolitan
16 jam yang lalu
Taman Bendera Pusaka Raih Seoul Design Award, Komisaris PT ITJ: Legacy Pramono Anung Diakui Dunia
2
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
3 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
3
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
3 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
2 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
3 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
6
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
3 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Home  /  Berita  /  Riau

Target Pajak Reklame Pelalawan Rp 1,5 Miliar, Hingga Pertengahan April Terealisasi Rp 220 Juta

Target Pajak Reklame Pelalawan Rp 1,5 Miliar, Hingga Pertengahan April Terealisasi Rp 220 Juta
Penertiban reklame rokok tak berizin di Pangkalan Kerinci oleh Satpol PP Pelalawan, baru-baru ini.
Rabu, 18 April 2018 08:22 WIB
Penulis: Farikhin
PELALAWAN - Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Pelalawan mengatakan, serapan pada pajak reklame ditargetkan sebesar Rp 1,5 miliar.

Hingga pertengahan bulan April, target Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk tahun 2018 serapan yang terealisasi baru Rp 220 juta.

"Pajak reklame tidak ada persoalan. Sejauh ini masih terkendali," ujar Kepala BPKAD, Davidson Saharuddin, kepada GoRiau.com, Rabu (18/4/2018).

Untuk mengantisipasi terjadinya keterlambatan maupun persoalan pembayaran pajak reklame, sejumlah langkah telah dilakukan.

"Sebelum jatuh tempo, sebulan sebelumnya sudah kita beritahukan kepada perusahaan yang bersangkutan," katanya.

Disebutkan Davidson, pajak reklame berupa kain, bilboard dan stiker. "Dari seluruh produk iklan ini, didominasi oleh produk rokok dan telepon seluler (ponsel)," bebernya.

Davidson menambahkan, hingga pertengahan April, serapan pajak dari reklame sudah terealisasi sebesar Rp 220 juta. "Untuk reklame ini tidak hanya di kota Pangkalan Kerinci, juga beberapa kota di kecamatan lainnya," tutupnya.***

Kategori:PON, Riau
wwwwww