Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
10 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
17 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
3
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
15 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
4
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
9 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
5
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
9 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
6
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
10 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Home  /  Berita  /  Badminton

Tega Banget, Gara-gara Masalah Sepele, Kakak Tega Gorok Leher Adiknya Hingga Tewas

Tega Banget, Gara-gara Masalah Sepele, Kakak Tega Gorok Leher Adiknya Hingga Tewas
Pelaku saat dibekuk petugas. (dok. Beritajatim.com)
Rabu, 18 April 2018 15:12 WIB
JOMBANG - Polisi melakukan pemeriksaan secara maraton terhadap EY, pelaku pembunuhan adik ipar, Slamet, petugas sekuriti gudang Bulog Jombang. Hasilnya, pembunuhan sadis itu dipicu oleh sakit hati.

Hal itu ditegaskan Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Gatot Setyo Budi, Rabu (18/4/2018).

"Pelaku sakit hati terhadap korban. Karena selama ini menyia-nyiakan istri yang notabene adik kandungnya pelaku," ujar Gatot ketika dikonfirmasi.

Gatot menjelaskan, sakit hati yang dialami EY karena melihat adiknya terbaring sakit. Sementara Slamer justru tidak berada di rumah untuk menunggui.

Pelaku akhirnya menjemput adik iparnya ke tempat kerja, yakni di gudang Bulog Mojongapit Jombang.

Mereka kemudian berboncengan pulang menggunakan sepeda motor. Slamet di depan, EY dibonceng di belakang. Nah, saat di perempatan Tunggorono atau Jl Yos Sudarso Jombang, tragedi berdarah itu terjadi. Pelaku menusuk perut korban menggunakan pisau.

Merasa nyawanya terancam, korban berusaha lari. Namun oleh EY tetap dikejar.

Ketika tertangkap, pelaku menggorok leher korban menusukkan pisau secara membabi buta. Slamet roboh bersimbah darah. Dia meninggal di lokasi pada Selasa malam (17/4/2018) sekitar pukul 20.00 WIB.

"Jadi pembunuhan tersebut dipicu sakit hati. Karena korban menyia-nyiakan sang istri, yang merupakan asik kandung pelaku," kata Gatot menegaskan.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:beritajatim.com
Kategori:Badminton, Olympic, Beladiri, Jawa Timur
wwwwww