Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
2
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
9 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
3
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
14 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
4
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
9 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
5
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
8 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
6
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
9 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Home  /  Berita  /  Riau

Jadi Daerah Paling Banyak Miliki Pelabuhan di Riau, Ternyata Sumber PAD dari Pelabuhan di Tembilahan hanya Rp50 Ribu Sehari

Jadi Daerah Paling Banyak Miliki Pelabuhan di Riau, Ternyata Sumber PAD dari Pelabuhan di Tembilahan hanya Rp50 Ribu Sehari
Aktifitas di salah satu pelabuhan yang ada di Tembilahan
Sabtu, 12 Mei 2018 19:23 WIB
Penulis: Rida Ayu Agustina
TEMBILAHAN-Dari hasil uji petik Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Inhil melalui Panitia Khusus II ke lapangan dalam hal pengelolaan Kepelabuhanan banyak hal yang ditemui.

Salah satunya di seluruh pelabuhan yang ada di Tembilahan, dimana dari pelabuhan yang ada di kota Tembilahan target pas masuk pelabuhan hanya Rp18 juta pertahun atau Rp1,5 juta perbulan atau Rp50 ribu perhari atau hanya 25 penumpang saja perhari.

"Inhil dengan jumlah pantai terpanjang di Provinsi Riau, dengan jumlah pelabuhan terbanyak dengan transportasi air menjadi andalan, hal ini tidak diiringi dengan pelayanan pemerintah terhadap kepelabuhanan dan kurangnya kontribusi akan pendapatan asli daerah," jelas juru bicara Pansus II, Okta Hasanatan saat paripurna penyampaian hasil laporan Pansus II.

Dikatakannya retribusi yang diterima setiap hari di setorkan setiap bulan dengan hanya membagi target 1 tahun dalam 12 bulan, sehingga yang disetorkan tidak sesuai dengan hasil pemungutan setiap hari di lapangan.

"Tidak hanya di Tembilahan, Pelabuhan Sembuang Mandah, untuk pas masuk 1 Tahun ditargetkan Rp5 juta atau lebih kurang Rp416 ribu per bulan atau lebih kurang Rp13.800 perhari. Dengan Rp2.000 per penumpang, maka hanya 7 orang per hari yang tercatat jadi penumpang di pelabuhan itu", lanjut Okta.

Namun dari hasil kunjungan Panitia khusus II, dijelaskannya dari data yang ada setoran pada bulan maret hanya Rp200 ribu atau hanya sekitar Rp6.600 perhari atau hanya 3,5 orang saja penumpang yang berangkat dari pelabuhan sembuang perhari.

"Begitu juga dengan retribusi lain dan pelabuhan lainnya. Ini perlu jadi catatan Pemkab Inhil melalui dinas terkait. Untuk melakukan perbaikan," tukas Okta.(adv)

Kategori:Metropolitan, Riau
wwwwww