Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
6 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
3
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
7 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
4
‎Pulogebang Terima Apresiasi Rp100 Juta dari PAM JAYA Berkat Perluasan Layanan Air
Metropolitan
22 jam yang lalu
‎Pulogebang Terima Apresiasi Rp100 Juta dari PAM JAYA Berkat Perluasan Layanan Air
Home  /  Berita  /  Badminton

Surya Paloh Salahkan Polisi Soal Bom Surabaya, Politisi PDIP: Apa Beliau Katarak?

Surya Paloh Salahkan Polisi Soal Bom Surabaya, Politisi PDIP: Apa Beliau Katarak?
Anggota DPR RI, Fraksi PDI-P, Arteria Dahlan. (Istimewa)
Minggu, 13 Mei 2018 23:29 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Anggota komisi hukum DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Arteria Dahlan meminta Ketua Umum Partai Nasional Demokrat Surya Paloh jangan mudah menyalahkan polisi dalam serangkaian teror dan yang baru saja terjadi di gereja Kota Surabaya.

"Saya minta Surya Paloh jangan memancing di air keruh, menyalahkan otoritas yang berwenang, minta Presiden mereposisi siapa yang bertugas di sana sebagai bukti negara hadir dan meyakinkan publik," ujar Arteria melalui siaran persnya yang diterima GoNews.co, Minggu (13/5).

Terkait bom Surabaya tersebut, Surya Paloh menyebut, bahwa peristiwa itu membuktikan bukan sekedar kecolongan, tetapi kelalaian besar.

Surya Paloh pun meminta Presiden segera bertindak tegas dan repositioning siapa saja yang perlu.

Menurut Arteria seharusnya dalam situasi sekarang Surya Paloh menyampaikan pandangan untuk membangun optimisme, meningkatkan spirit persatuan, dan menambah semangat semua pihak yang tengah bekerja keras menyelesaikan kasus.

"Apa beliau katarak? Tidak melihat teman-teman Polda Jatim, Polrestabes Surabaya Kota, Densus 88, Gegana, BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) dan bahkan BIN (Badan Intelijen Negara) yang sudah bekerja sangat luar biasa," katanya.

Terorisme, kata Arteria, tidak bisa diselesaikan dengan cara sekedar menarik simpati dan minta mereposisi seseorang. Menurut Arteria itu namanya politik murahan.

"Penanganan terorisme itu butuh spirit persatuan, butuh dukungan rakyat semesta, minimal dari rasa takut dan tidak terlepas dari peta global teroris internasional," kata dia.

Sikap Arteria kepada Surya Paloh begitu keras. Dia menilai Surya Paloh tidak paham bahwa secara postur. Indonesia kata dia, merupakan negara yang menjadi target operasi terorisme karena luas wilayah yang begitu besar, potret negara kepulauan, lintas alur laut internasional, dan masih banyaknya rakyat miskin dan terbelakang serta maraknya paham radikal yang belakangan mewarnai konstelasi politik dalam negeri yang jauh dari peradaban.

"Saya sayangkan, beliau melakukan pernyataan yang keliru di waktu yang tidak tepat," pungkasnya. ***

wwwwww