Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
24 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
2
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
8 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
3
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
8 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
4
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
Sepakbola
24 jam yang lalu
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
5
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
6 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
6
Ambisi Madura United FC Putus Tren Positif PSM Makassar
Sepakbola
24 jam yang lalu
Ambisi Madura United FC Putus Tren Positif PSM Makassar
Home  /  Berita  /  Riau
Berita Khusus Pilgubri 2018

Video Calon Wakil Gubernur Riau Edy Nasution Buat Laporan Pelanggaran APK di Panwaslu Kabupaten Indragiri Hilir Beredar

Cawagub Riau Edy Nasution melaporkan adanya pelanggaran apk paslon lain di Kota Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau.
Senin, 14 Mei 2018 13:42 WIB
Penulis: Friedrich Edward Lumy
INDRAGIRIHILIR - Saat melaksanakan kampanye tatap muka dan dialogis yang sudah dijadwalkan sesuai dengan STTP di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Calon Wakil Gubernur Riau, Edy Nasution mendapati sebuah alat peraga kampanye (apk) yang diduga menyalahi aturan PKPU nomor 4 tahun 2017.

Usai kembali dari lokasi kampanye dan hendak istirahat, Edy Nasution terkejut melihat adanya dua buah spanduk milik salahsatu pasangan calon (paslon) yang dibentangkan disebuah pagar rumah samping Jalan Hotel Elite di Kota Tembilahan.

Dirinya yang merasa ada yang salah dengan alat peraga kampanye itu pun langsung mencari tahu dimana Kantor Panwaslu Kabupaten Indragiri Hilir. Tidak membutuhkan waktu yang lama untuknya mendapati Kantor Pamwaslu Inhil.

Saat menyambangi Kantor Panwaslu Inhil, Edy Nasution diterima oleh anggota Panwaslu Inhil, Rois Habib. Diskusi dimulai dengan pertanyaan dari Edy Nasution terhadap alat peraga kampanye yang diduga tidak sesuai aturan tersebut.

"Saya melaporkan ini untuk memberikan contoh, sekakigus mengedukasi masyarakat untuk tidak ragu melaporkan jika ditemukannya ada kesalahan dalan kampanye Pilgubri 2018 ini. Karena jika kesalahan biarkan didepan mata, berarti kita setuju dengan kesalahan tersebut. Dan inilah yang saya ingin rubah," kata Edy Nasution, Sabtu (12/5/2018) malam.

Mulai dari proses pelaporan hingga eksekusi dibutuhkan waktubselama 5 hari. Hal ini sangat disayangkan oleh Edy Nasution yang seharusnya jika memang ditemukan adanya pelanggaran bisa langsung ditindaklanjuti Panwaslu kecamatan, kelurahan dan desa.

"Kalau untuk memproses saja membutuhkan waktu yang lama. Bagaimana bisa menurunkan spanduk dan baliho yang menyalahi aturan. Apalagi penurunan baliho dan spanduk diharuskan bekerjasama dengan Saatpol PP," ujar Edy Nasution.

Menerima laporan Cawagub Riau Edy Nasution, anggota Panwaslu Inhil, Rois Habib akan melakukan analisa terlebih dahulu. Pihaknya juga sudah mendokumentasikan atas spanduk yang dilaporkan Edy Nasution tersebut.

"Memang kalau disain spanduknya bukan yang sudah diputuskan KPU Riau. Artinya disain spanduk tersebut tidak sesuai dengan yang dilaporkan paslon ke KPU Riau. Kita akan menyurati KPU Riau terlebih dahulu untuk menindaklanjuti laporan Cawagub Riau Edy Nasution," ungkap Rois. ***

Kategori:Metropolitan, Riau
wwwwww