Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Riko Simanjuntak Minta Maaf Kepada Fans PSS Sleman
Sepakbola
23 jam yang lalu
Riko Simanjuntak Minta Maaf Kepada Fans PSS Sleman
2
Alasan Bernando Tavares Tunjuk Yuran Fernandes Jadi Eksekutor
Sepakbola
23 jam yang lalu
Alasan Bernando Tavares Tunjuk Yuran Fernandes Jadi Eksekutor
3
Francisco Rivera Unjuk Kualitas Dalam Alirkan Bola dan Ambil Keputusan
Sepakbola
23 jam yang lalu
Francisco Rivera Unjuk Kualitas Dalam Alirkan Bola dan Ambil Keputusan
4
Darije Kalezic Ungkap Kunci Hentikan Tren Cetak Gol Bhayangkara FC
Sepakbola
24 jam yang lalu
Darije Kalezic Ungkap Kunci Hentikan Tren Cetak Gol Bhayangkara FC
5
Pelatih Borneo FC Soroti Banyak Peluang Terbuang
Sepakbola
23 jam yang lalu
Pelatih Borneo FC Soroti Banyak Peluang Terbuang
6
Madura United FC Raih Tiga Penghargaan Bulan September 2026
Sepakbola
23 jam yang lalu
Madura United FC Raih Tiga Penghargaan Bulan September 2026
Home  /  Berita  /  Sumatera Utara

Muhammadiyah Kutuk Keras Pelaku Pengeboman Gereja dan Markas Kepolisian

Muhammadiyah Kutuk Keras Pelaku Pengeboman Gereja dan Markas Kepolisian
Ketua PDM Muhammadiyah Palas Sahrin Siregar
Rabu, 16 Mei 2018 21:27 WIB
Penulis: Ibnu Sakti Nasution
PALAS - PP Muhammadiyah mengutuk pengeboman gereja di Surabaya dan daerah lainnya. Tindakan para teroris yang membunuh manusia itu adalah perbuatan keji dan tidak dapat ditolerir sama sekali.

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah melalui Sekjen Abdul Mu'ti menyampaikan duka cita dan keprihatinan yang mendalam kepada umat kristiani akan peristiwa pengeboman itu.

"Membunuh manusia yang tidak berdosa adalah perbuatan keji dan kafir, karena melawan ajaran agama dan bertentangan dengan kemanusiaan," ujar Mu'ti dalam pernyataan tertulisnya atas sikap Muhammadiyah.

Hal senada juga disampaikan Ketua PDM Muhammadiyah Kabupaten Padang Lawas, Sahrin Siregar, Rabu (16/5/2018) mengajak masyarakat di Kabupaten Palas hendaknya tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh berita-berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

"Masyarakat hendaknya tidak berspekulasi dan mengaitkan pemboman dengan peristiwa politik dan kelompok agama tertentu untuk menjaga situasi tetap kondusif dan harmonis," jelasnya.

Muhammadiyah, tambah dia, siap membantu dan bekerja sama dengan pemerintah dan seluruh kekuatan bangsa untuk mencegah terorisme.

Menurutnya, masalah terorisme harus diselesaikan dengan partisipatif masyarakat.

"Pemerintah dan Aparatur Keamanan tidak bisa dan tidak seharusnya bekerja sendiri," katanya. 

Ditambahkan, masalah terorisme harus diselesaikan secara menyeluruh, maka aksi terorisme oleh aktor lain dapat dipatahkan dengan cepat oleh aparat keamanan.

Editor:Fatih
Kategori:Sumatera Utara, Olympic, PON
wwwwww