Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
18 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
18 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
18 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
18 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
18 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
17 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Badminton

Shalat Tarawih Malam Pertama, Umat Islam Padati Masjid Al Mukminin di Jalan Kutilang Sakti Tampan

Shalat Tarawih Malam Pertama, Umat Islam Padati Masjid Al Mukminin di Jalan Kutilang Sakti Tampan
Jamaah Masjid Paripurna Al Mukminin mendengarkan tausyiah yang disampaikan Ustaz Budi Ansyari Ritonga. (bas)
Rabu, 16 Mei 2018 22:49 WIB
PEKANBARU - Ratusan umat Islam memadati Masjid Paripurna Al Mukminin di Jalan Kutilang Sakti, Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Riau, Rabu (16/5/2018) malam, untuk menunaikan shalat Tarawih malam pertama Ramadhan 1439 Hijriah.

Pantauan Goriau.com, sebagian jamaah terpaksa shalat di teras masjid karena tidak tertampung lagi dalam masjid.

Total rakaat shalat Tarawih dan Witir di masjid ini adalah 11 rakat, dengan rincian: 8 rakaat Tarawih dan 3 rakaat Witir.

Antara shalat Isya dan Tarawih disela dengan tausyah (ceramah agama). Malam ini, tausyah disampaikan Ustaz Budi Ansyari Ritonga, dengan tema Kafiat (Tata Cara) Puasa Ramadhan.

Dijelaskan Budi, puasa Ramadhan diwajibkan bagi umat Islam yang sudah balig dan mengetahui masuknya Bulan Ramadhan.

Membaca niat, kata Budi, merupakan salah satu syarat sahnya puasa Ramadhan. Kemudian, harus mampu menahan diri dari segala yang membatalkan puasa, sejak terbit fajar hingga terbenam Matahari.

Menahan diri dari haus dan lapar, lanjut Budi, tidaklah berat dalam menjalankan ibadah puasa. ''Yang sulit itu menjaga lidah dari mengucapkan kalimat-kalimat yang tidak baik, seperti menggunjing, mengumpat dan sebagainya. Lebih berat lagi mengendalikan hati dari perasaan iri dan dengki,'' ujarnya.

''Banyak orang berpuasa hanya mendapatkan haus dan lapar saja karena tidak bisa menjaga lidah dan hatinya,'' sambungnya.

Usai Shalat Tarawih, sebagian jamaah masih bertahan di masjid, untuk melaksanakan tadarus atau membaca ayat-ayat suci Alquran.bas

wwwwww