Buron Sepekan, Kaki pembongkar Grosir di Palas Didor

Buron Sepekan, Kaki pembongkar Grosir di Palas Didor
Tersangka ASH dibopong petugas untuk dievakuasi ke RSUD Sibuhuan karena kedua kakinya ditembak petugas karena berusaha melarikan diri saat hendak ditangkap di wilayah Pangkalan Kampar Riau
Jum'at, 18 Mei 2018 19:01 WIB
Penulis: Ibnu Sakti Nasution
PALAS - Seorang pelaku pembongkaran grosir barang-barang kelontong di Desa Paringgonan, Kecamatan Ulu Barumun, Kabupaten Padang Lawas akhirnya roboh setelah kakinya ditembak anggota Buser Polsek Barumun saat mencoba melarikan diri.

Menurut Kapolsek Barumun AKP Sudirman SH yang langsung memimpin pengejaran tersangka mengatakan, tersangka adalah buronan yang telah dua kali beraksi melakukan pembongkaran grosir barang barang kelontong milik Jhonson Nasution di Desa Paringgonan, Kecamatan Ulu Barumun.

Dalam aksinya, tersangka secara berulang melakukan pencurian di grosir yang sama dan berhasil membawa kabur uang tunai sebesar Rp 13 juta.

"Aksi pencurian yang dilakukan tersangka, cukup meresahkan masyarakat di wilayah Desa Paringgonan," terang Kapolsek, Jumat (18/5/2018) sembari menjelaskan bahwa penangkapan pelaku didasari bukti laporan korban Jhonson Nasution Nomor : LP/43/V/2018/TAPSEL/TPS Rumun tanggal 6 April dan 7 Mei 2018.

"Tersangka sempat buron. Dan baru hari ini, Kamis (17/5/2018) berhasil kami tangkap dengan menembak kaki kiri dan kanan karena berusaha kabur," ujarnya.

Pelaku yang diketahui berinisial ASH (18) warga Desa Hutarajolamo, Kecamatan Sosa, diketahui bersembunyi di daerah Pangkalan Kampar Riau, di rumah temannya Zainuddin di perumahan pangkalan Kampar.

"Pria remaja ini terpaksa dilumpuhkan kaki kiri dan kanan, karena berusaha melarikan diri saat akan ditangkap di lokasi Stasiun Bus Kampar," ungkap Kapolsek.

Dari pengakuan tersangka, aksi kejahatan yang dilakukannya terhitung sudah berulang kali. Dalam aksinya, tersangka bermain sendiri.

Modus yang dilakukan tersangka, kata Sudirman, tersangka masuk ke grosir korbannya dengan cara membuka kunci gembok yang dipelajarinya dari youtobe. Dalam beberapa detik, langsung terbuka tanpa merusak gembok.

"Barang hasil kejahatan itu dinikmatinya untuk berfoya-foya," tandas Kapolsek Barumun.

Editor:Fatih
Kategori:Sumatera Utara, Hukum, Peristiwa, Umum

wwwwww