Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
23 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
22 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
3
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
24 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
4
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
20 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
5
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Non Olympic
22 jam yang lalu
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
6
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
Sepakbola
20 jam yang lalu
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
Home  /  Berita  /  Riau

Mendesak Evaluasi Perda PBBKB Pertalite, Pemprov Riau akan Menghadap ke Pusat

Mendesak Evaluasi Perda PBBKB Pertalite, Pemprov Riau akan Menghadap ke Pusat
Ilustrasi. (Internet)
Jum'at, 18 Mei 2018 14:56 WIB
Penulis: Ratna Sari Dewi
PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau akan menghadap ke Direktorat Jenderal (Dirjen) Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI untuk mempertanyakan hasil evaluasi Peraturan Daerah (Perda) Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) jenis Pertalite.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, Ahmad Hijazi mengatakan, rencananya Pemprov Riau akan bertemu dengan Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri RI pada Senin (21/5/2018) depan di Jakarta.

"Bertemu dengan Dirjen Bina Keuangan Daerah direncanakan 21 Mei besok. Ini untuk meminta penjelasan terkait evaluasi revisi Perda PBBKB jenis Pertalite," kata Sekdaprov Riau ini di Pekanbaru, Jumat (18/5/2018). 

Ia mengatakan, bahwa revisi Perda PBBKB jenis Pertalite ini sifatnya mendesak dan harus segera dituntaskan mengingat implementansi produk Perda tersebut nantinya akan bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Terlebih lagi, masyarakat di Riau saat ini sudah kehabisan kesabaran karena terlalu lama menunggu harga Pertalite diturunkan.

"Kalau dalam waktu dekat Kemendagri tidak memberi hasil evaluasi, tentu kami akan meminta arahan untuk mengambil langkah apa. Apalagi ini sifatnya sudah mendesak, masyarakat sudah menuntut realisasi dari perubahan pajak pertalite," ungkapnya. ***

Kategori:Ekonomi, Riau, Voli, PON
wwwwww