Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
13 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
2
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
11 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
3
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
13 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
4
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
10 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
15 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Sepakbola
10 jam yang lalu
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Home  /  Berita  /  Badminton
Advertorial

Selama 6 Tahun Berturut- turut, BPK RI Berikan Opini WTP atas Laporan Penggunaan Keuangan Provinsi Riau

Selama 6 Tahun Berturut- turut, BPK RI Berikan Opini WTP atas Laporan Penggunaan Keuangan Provinsi Riau
Jum'at, 18 Mei 2018 14:01 WIB
Penulis: Winda Mayma Turnip
PEKANBARU - Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI kembali memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) kepada Provinsi Riau, berdasarkan hasil pemeriksaan penggunaan keuangan pemerintah Provinsi Riau tahun 2017. Hal itu disampaikan langsung oleh Anggota V BPK RI Ismayatun dalam pidatonya di Rapat Paripurna Istimewa DPRD Riau, Jumat, (18/5/2018).

Dengan demikian, selama 6 tahun berturut-turut Provinsi Riau telah berprestasi mendapatkan opini WTP. Meskipun, masih ada beberapa permasalahan yang ditemukan, namun dianggap tidak memengaruhi BPK RI untuk memberikan opini WTP tersebut, kepada penggunaan keuangan daerah Riau.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/28052018/1jpg-7373.jpg

"Berdasarkan hasil pemeriksaan keuangan yang telah dilakukan BPK RI, kami menyatakan opini Wajar Tanpa Syarat kepada penggunaan keuangan Provinsi Riau tahun 2017. Untuk itu kami sangat mengapresiasi dan berterimakasih serta berharap kepada prestasi Riau ini agar selanjutnya lebih ditingkatkan," ungkapnya.

Adapun permasalahan yang masih ditemukan dalam laporan keuangan pemerintah Provinsi Riau tahun 2017, menurut Ismayatun, diantaranya, masih ada alokasi anggaran untuk kegiatan yang bukan kewenangan Pemprov Riau, dan proses pengangguran yang tidak sesuai dengan Pergub, serta kelebihan kontrak pengadaan barang dan jasa dilingkungan Pemprov Riau.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/28052018/2jpg-7372.jpg

Sementara itu, laporan hasil pemeriksaan (LHP) BPK RI ini kemudian disampaikan, harus ditindaklanjuti atau ditanggapi oleh DPRD Riau dan Pemprov Riau dalam waktu selambat - lambatnya 60 hari atau 2 bulan.

"Dengan demikian, laporan hasil pemeriksaan ini kami sampaikan, dan untuk selanjutnya dapat ditanggapi oleh Pemprov Riau dan DPRD Riau dalam waktu 60 hari, terhitung hari ini," jelas Ismayatun.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/28052018/5jpg-7371.jpg

Selain itu, Sekdaprov Riau Ahmad Hijazi mewakili Plt Gubernur Riau, menuturkan pula dalam pidatonya, ungkapan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dan juga BPK RI yang telah memberikan opini WTP kepada Provinsi Riau. Pihaknya berharap, dengan opini WTP untuk pemeriksaan keuangan 2017 ini menjadi acuan bagi Pemprov Riau untuk melaksanakan program kerja berikutnya di tahun 2018. (adv)

wwwwww