Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
18 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
18 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
18 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
18 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
18 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
18 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Riau

Jenazah Pelaku Penyerangan Mapolda Riau, Pak Ngah Dimakamkan di Pasiran, Bengkalis

Jenazah Pelaku Penyerangan Mapolda Riau, Pak Ngah Dimakamkan di Pasiran, Bengkalis
Prosesi pemakaman jenazah pelaku penyerangan Mapolda, Pak Ngah di Pasiran.
Sabtu, 19 Mei 2018 13:34 WIB
Penulis: Ismail
BENGKALIS- Jenazah pelaku penyerang Mapolda Riau, Mursalin (48) alias Pak Ngah, dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Pasiran Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Sabtu (19/5/2018).

Jenazah Pak Ngah diambil pihak keluarga di Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru dan tiba di kediaman sekitar pukul 08.00 WIB. Jenazah langsung disalatkan dan dibawa ke tempat pemakaman umum.

Kepala Desa Pasiran, Amin, mengungkapkan bahwa sebelum proses pemakaman pelaku penyerang Mapolda Riau itu, pihaknya terlebih dulu melakukan musyawarah dengan pemuka dan masyarakat disaksikan aparat kepolisian. Musyawarah atas permintaan pihak keluarga untuk mengantisipasi penolakan. Masyarakat sepakat menerima jenazah pelaku di sana.

"Kami telah mengadakan musyawarah setelah salat tarawih. Kami panggil semua pemuka masyarakat RT RW, termasuk disaksikan pihak kepolisian dan seluruhnya sepakat berkesimpulan menerima (pemakaman)," terang Amin.

Beberapa pertimbangan menjadi alasan diterima pelaku penyerang Polda Riau itu. Diantaranya, imbuh Kepala Desa Amin, karena pelaku lahir di Pasiran dan sebagai muslim mengurusi jenazah merupakan kewajiban.

"Karena mempertimbangkan bahwa beliau pernah tinggal di sini, lahir di sini cuma lamanya di Dumai. Jadi sesama muslim ada kewajiban muslim memandikan, mengkafankan, mensalatkan dan memakamkan," cakapnya.

Amin mengaku kurang paham dengan kepribadian Pak Ngah. Sebab Pak Ngah lama tinggal di Dumai. Pemakaman pelaku penyerang Markas Polda Riau mendapat pengamanan dari Polsek Bantan dipimpin Kapolsek AKP Yuherman.

"Kita lakukan pengamanan untuk monitoring dan memastikan keadaan," singkatnya.*** #BENGKALIS

Kategori:PON, Riau
wwwwww