Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
20 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
2
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
20 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
3
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
20 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
4
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
20 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
5
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
19 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
6
Lewat Single "Cinta Baru", Briana Sukses Buka Perhelatan Jakarta Rocktober 2026
Hiburan
20 jam yang lalu
Lewat Single Cinta Baru, Briana Sukses Buka Perhelatan Jakarta Rocktober 2026
Home  /  Berita  /  Badminton

Sejumlah Pejabat Pemkab Meranti Diperiksa Penyidik Kejati Riau

Sejumlah Pejabat Pemkab Meranti Diperiksa Penyidik Kejati Riau
Kantor Kejaksaan Tinggi Riau (Foto: Dokumen GoRiau.com)
Selasa, 22 Mei 2018 17:19 WIB
Penulis: Chairul Hadi
PEKANBARU - Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau mendalami dugaan Korupsi dilingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti. Sejumlah pejabat pun dipanggil untuk dimintai keterangannya dalam proses penyelidikan itu.

Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Riau Subekhan saat dikonfirmasi GoRiau.com pada Selasa (22/5/2018) sore membenarkan terkait pemanggilan sejumlah pejabat tersebut. "Kemarin ada beberapa orang, saya lupa siapa-siapa saja (Namanya, red). Ada saya tanda tangani laporannya," jawab dia.

Informasinya, dugaan penyelewengan tersebut terkait pengadaan laboratorium sejumlah sekolah yang ada di Kabupaten Kepulauan Meranti. Soal ini Subekhan belum merincikan seperti apa runut kasusnya, karena masih dalam penyelidikan.

"Jadi begini, laporannya ada beberapa barang (Pengadaan, red) diduga tidak sesuai spesifikasinya, kemudian ada yang belum dibayarkan. Ini kan baru awal ya, sebab itu kita perlu dalami lagi dengan meminta keterangan beberapa diantaranya," terang Subekhan.

Termasuk pula, pemeriksaan keterangan juga dari pihak Pemerintah Provinsi Riau. Itu yang dibeberkan Aspidsus Kejati Riau. "Tentu, nanti kita kroscek ke Pemerintah Provinsi Riau. Ini kan baru awal ya (Lidik, red) dan perlu pendalaman," ungkap Subekhan.

Berikutnya, penyidik Kejati Riau juga akan menjadwalkan pemanggilan lainnya guna mendalami dugaan kasus tersebut. "Tentu, kita lakukan pemanggilan untuk membuat terang dugaan perkaranya," pungkas Subekhan. ***

wwwwww