Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
10 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
17 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
3
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
15 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
4
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
9 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
5
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
9 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
6
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
10 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Home  /  Berita  /  Badminton

Djanur Akui Lini Depan PSMS Kurang Tajam

Djanur Akui Lini Depan PSMS Kurang Tajam
Jum'at, 25 Mei 2018 03:11 WIB
Penulis: Azhari Nasution
MEDAN - Kurang maksimalnya performa lini depan masih jadi pekerjaan rumah klub PSMS Medan. Hal tersebut tergambarkan saat tim Ayam Kinantan taklu, 0-1 dari Mitra Kukar di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, Selasa (22/5/2018) malam.

PSMS bermain cukup apik dan menciptakan banyak peluang. Hanya saja, tak satupun peluang yang mampu dimaksimalkan trio penyerang Frets Listanto Butuan, Wilfreid Yessoh dan Sadney Urikhob.

Pelatih PSMS, Djadjang Nurdjaman, mengakui jika performa lini depan masih kurang tajam hingga pekan ke-10 Liga 1. Hal itu berdampak pada permainan secara tim dan juga hasil akhir.

"Lini depan memang menjadi pekerjaan utama untuk diperbaiki. Banyak sekali peluang yang tercipta namun minim gol yang dihasilkan," kata pelatih yang akrab disapa Djanur itu, Kamis (24/5/2018).

Performa dua striker asing, Wilfried Yessoh dan Sadney Urikhob masih jadi sorotan utama. Kontribusi keduanya masih jauh dari kata maksimal. Bahkan justru penampilan striker muda, Frets Listanto yang moncer sejak Piala Presiden 2018.

Djanur menegaskan, perbaikan lini depan akan dilakukan selama beberapa hari ke depan. Apalagi PSMS sudah ditunggu lawan berat, Arema FC. Kedua tim dijadwalkan bentrok di Stadion Teladan, Medan, pekan depan.

"Pemanfaatkan peluang dalam penyelesaian akhir jadi fokus pembenahan. Kami tak ingin lagi banyak peluang yang terbuang percuma," ujarnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Badminton, Olympic, Voli, Non Olympic, Sumatera Utara
wwwwww