Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
18 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
2
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
19 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
3
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
21 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
4
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
6 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
5
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
17 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
19 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  Sumatera Utara

Pernak-Pernik Lebaran Paling Diminati Jenis Ketupat

Pernak-Pernik Lebaran Paling Diminati Jenis Ketupat
Minggu, 27 Mei 2018 10:18 WIB
MEDAN - Meski Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah masih cukup lama, namun penjaja pernak-pernik atau aksesoris lebaran sudah ramai bermunculan di Kota Medan.

Chandra, pedagang sekaligus pengrajin aksesoris lebaran, membuat berbagai jenis aksesoris seperti ketupat, bedug, lampion, bulan sabit, masjid dan sebagainya.

Akan tetapi dari sekian aksesoris lebaran yang dibuatnya, jenis aksesoris ketupat yang paling banyak diproduksi.

"Dalam sehari bisa 300 bahkan lebih aksesoris ketupat berbagai ukuran yang dibuat. Untuk membuat sebuah aksesoris ketupat paling hanya sekitar 5 menit saja," kata Chandra.

Pedagang musiman ini mengaku, pihaknya lebih sering memproduksi aksesoris ketupat karena peminatnya lebih banyak dibandingkan aksesoris lainnya.

"Biasanya yang jenis ukuran kecil banyak dibeli karena bisa digunakan untuk berbagai hiasan, diletakkan di rumah maupun di parsel lebaran," sebutnya.

"Sedangkan untuk membuat sebuah lampion dibutuhkan waktu sekitar satu hari, bedug lumayan lama karena tingkat kerumitannya cukup banyak sehingga bisa memakan waktu sampai dua hari," terangnya.

Selain aksesoris ketupat, bedug, lampion, masjid, bulan sabit, Chandra mengaku juga mendapat pesanan membuat aksesoris lebaran seperti tulisan kaligrafi dan patung unta.

"Namun tidak banyak karena yang pesan biasanya dari pihak-pihak instansi atau gedung-gedung sebagai dekorasi mereka," pungkas pria yang sehari-hari berprofesi sebagai buruh bangunan ini. ***

Editor:Wen
Sumber:Analisa
Kategori:Ekonomi, Sumatera Utara
wwwwww