Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
22 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
16 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
3
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
16 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
4
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
16 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
17 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
16 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Home  /  Berita  /  Riau

Rinaldi: PSI Bukan Partai 'Penggembira', Kita Kaum Muda yang Berjuang 'Membersihkan' Bangsa

Rinaldi: PSI Bukan Partai Penggembira, Kita Kaum Muda yang Berjuang Membersihkan Bangsa
Minggu, 27 Mei 2018 23:21 WIB
Penulis: Winda Mayma Turnip
PEKANBARU - Sebagai partai yang masih berusia muda, Partai Solidaritas Indonesia menampik tudingan yang menuduh sebagai 'partai penggembira'. Hal itu dibuktikan dengan lolosnya partai ini dari verifikasi administrasi dan faktual pada beberapa waktu lalu.

Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Riau, Rinaldi pada deklarasi yang digelar Minggu, (27/5/2018), di Jalan Sudirman, Pekanbaru menyatakan, dari sekian banyak partai yang memulai dari nol layaknya PSI, tak dapat memenuhi persyaratan verifikasi tersebut. Partai yang dipenuhi partisipan dari generasi muda ini telah membuktikan keseriusan dan kemampuannya untuk bersaing dengan partai - partai lama.

"Saya punya pengalaman membuat partai baru dari nol, dan memang sangat sulit sekali untuk lolos dalam verifikasi administrasi dan faktual, banyak partai lain juga tidak lolos. PSI telah membuktikan keseriusan dan kemampuannya dengan lolos verifikasi, baik administrasi dan faktual.

Menurutnya, PSI memang diisi oleh kalangan muda yang benar - benar akan memperjuangkan hak rakyat. Karena sudah saatnya untuk memangkas generasi atau partai lama yang dianggap sudah membosankan dan tidak sesuai untuk menampung aspirasi generasi muda.

Di PSI, kader - kader muda yang tidak memiliki 'keterampilan' melakukan korupsi dan 'pencabulan politik' akan berkreatifitas dan berkontribusi membangun negeri. Kalangan muda memang menjadi target sasaran partai PSI, yakni generasi milenial yang banyak bekerja dalam industri kreatif seperti youtuber, gamers, design grafis, dan sebagainya.

"Giliran anak - anak muda yang masih bersih yang maju, yang tidak punya pengalaman korupsi dan pengalaman' pencabulan politik' harus datang ke PSI, karena generasi atau partai lama itu sudah membosankan dan tidak matching lagi untuk menampung aspirasi dari generasi muda. Satu-satunya partai yang mengedepankan pembangunan industri kreatif itu hanya PSI," ujarnya.

Disampaikan Rinaldi, PSI memiliki cita - cita yang dibagi kedalam 8 platform, yakni bidang ekonomi dan pembangunan, kesejahteraan masyarakat, pendidikan ilmu pengetahuan dan teknologi, sosial budaya dan agama, energi dan SDA, lingkungan hidup dan pariwisata, politik, hukum dan HAM, dan hubungan luar negeri.

Sementara itu, meski partai ini masih berusia muda dari generasi muda, PSI optimis dapat mengalahkan partai - partai tua dan merebut suara masyarakat dimasa depan. Untuk tahun Pileg ini, sementara PSI telah menargetkan perolehan 5-8 persen suara perkabupaten/kota dan Provinsi.

"Kita nggal muluk- muluk, Pileg ini kita targetkan 5 sampai 8 persen saja untuk kabupaten/kota plus Provinsi. Pungkasnya. ***

wwwwww