Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
22 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
23 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
3
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
22 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
4
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
22 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
5
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
11 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
6
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
Sepakbola
22 jam yang lalu
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
Home  /  Berita  /  Riau

Kisah Bambang Irwan, Seorang Guru di Inhil yang Terpaksa Mengajar 6 Kelas Sekaligus

Kisah Bambang Irwan, Seorang Guru di Inhil yang Terpaksa Mengajar 6 Kelas Sekaligus
Bambang Irawan berfoto di depan sekolah yang menjadi tempat ia mengajar setiap hari.
Senin, 28 Mei 2018 13:46 WIB
Penulis: Rida Ayu Agustina
TEMBILAHAN-Nama Bambang Irawan belakangan ini mulai santer terdengar, setelah kisahnya mengajar seorang diri di salah satu SDN di pelosok Inhil diunggah salah satu akun ke media sosial.

Ya, Bambang Irawan adalah seorang pria berusia 52 tahun yang menjadi satu-satunya tenaga pengajar di SDN 006 Desa Sungai Danai, Kecamatan Pulau Burung, Inhil, Riau.

Sudah selama empat tahun terakhir ini, ia menjadi satu-satunya guru dan harus mengajar enam kelas sekaligus setiap harinya.

Meski merasa kewalahan, namun ia tetap terus memberikan ilmu kepada seluruh siswa di sana.

Salah seorang warga Desa Sungai Danai, Najib menceritakan bahwa Bambang Irawan terkadang harus meliburkan sekolah jika ia ada urusan ke Dinas Pendidikan Kabupaten.

"Memang luar biasa Pak Bambang, ngajar sendirian, setiap hari enam kelas di ajar. Belum lagi jika ujian, buat soal sendiri, periksa sendiri, isi rapor sendiri," cerita Najib.

Ditambahkan Najib, sudah beberapa Bambang membuka lowongan bagi tenaga honorer, namun hingga kini, belum ada satu orang pun yang bersedia mengajar di sana.

"Jadi hingga kini, Pak Bambang masih setia menjadi satu-satunya guru di sekolah tersebut," ujarnya.(ayu)

Kategori:Umum, Riau
wwwwww