Home > Berita > Riau

Pacu Hilirisasi Sawit, Mahkota Group Alokasikan Rp 330 Miliar di Bengkalis

Pacu Hilirisasi Sawit, Mahkota Group Alokasikan Rp 330 Miliar di Bengkalis
Direktur Utama PT Mahkota Group Tbk Usli
Jum'at, 13 Juli 2018 02:10 WIB
JAKARTA - Emiten perkebunan kelapa sawit PT Mahkota Group Tbk. (MGRO) mengalokasikan dana Rp330 miliar untuk ekspansi di bisnis hilir dengan membangun pabrik refinery dan kernel crushing plant. Pengembangan industri hilir berupa pembangunan pabrik refinery berkapasitas 1.500 ton per hari dan kernel crushing plant 200-400 ton per hari itu akan dilakukan di Kabupaten Bengkalis, Riau.

Presiden Direktur Mahkota Group menyampaikan, industri minyak kelapa sawit masih menjajikan karena digunakan dalam kebutuhan sehari-hari. Bila dibandingkan dengan minyak nabati lainnya, harga CPO lebih murah dan menghasilkan minyak lebih banyak dalam satu hamparan kebun.

Melihat prospek tersebut, perusahaan berupaya memacu proyek hilirisasi produk CPO sampai 2019. Tujuannya agar perusahaan mendapatkan nilai tambah yang maksimal dan meningkatkan margin pendapatan.

"Dengan membuat produk hilir, marjin pemasukan kami akan lebih bagus. Lapangan kerja juga meningkat, sehingga proyek hilirisasi menguntungkan banyak pihak, termasuk pemegang saham," tuturnya di Gedung BEI, Kamis (12/7/2018).

Pengembangan industri hilir berupa pembangunan pabrik refinery berkapasitas 1.500 ton per hari dan kernel crushing plant 200-400 ton per hari di Kabupaten Bengkalis, Riau. Melalui cucu usahanya, yakni PT Intan Sejati Andalan, proses pembangunan pabrik dimulai September 2018 dan dapat rampung pada Juni 2019.

Dengan adanya pabrik refinery dan kernel crushing plant, perusahaan dapat menghasilkan produk turunan CPO seperti olein atau minyak makan dan sterin, sebagai bahan baku margarin atau oleochemical.

Biaya pengembangan pabrik baru mencapai Rp330 miliar. Sumber pendanaan berasal dari kas internal, hasil penawaran umum saham perdana atau IPO, dan pinjaman perbankan.

Dalam IPO pada Kamis (12/7), perseroan melepas 703,68 juta saham baru atau setara dengan 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Harga pelaksanaan Rp225, sehingga perseroan meraih dana Rp158,33 miliar.

Menurut Usli, 60% dana tersebut atau sekitar Rp95 miliar dialokasikan untuk pembangunan pabrik baru. Adapun, 40% sisanya dipakai sebagai modal kerja entitas anak.

Rencana ekspansi lainnya ialah menambah kapasitas tangki timbun sebesar 20.000 ton di entitas usaha, yakni PT Dumai Paricipta Abadi. Sebelumnya, Mahkota Group memiliki tangki timbun berkapasitas 76.000 ton.

Dari sisi operasional, Usli menyebutkan, volume produksi CPO perseroan pada semester I/2018 cenderung sama seperti paruh pertama 2017. Tren peningkatan baru terasa pada Juli 2018, karena volume produksi naik menjadi 1.500 ton per hari dari sebelumnya 500 ton per hari.

"Kami harapkan tren produksi meningkat pada semester II/2018 seiring dengan kondisi cuaca yang kian kondusif," tuturnya.

Oleh karena itu, pada 2018 perusahaan menargetkan pendapatan Rp2 triliun dan laba bersih Rp50 miliar. Tahun lalu, pendapatan MGRO turun 5,01% year-on-year (yoy) menjadi Rp1,76 triliun, dan laba bersih merosot 71,80% menuju Rp12,39 miliar.

Direktur Mahkota Group menyampaikan, sambil berekspansi di bisnis hilir, perusahaan juga mengembangkan sektor hulu industri CPO. Sampai 2020, MGRO merencanakan akuisisi perkebunan sawit seluas 5.000-20.000 ha.

"Saat ini kami fokus dulu ke bisnis hilir sampai 2019. Kami juga akan mengembangakan sektor hulu dengan akuisisi perkebunan," ujarnya. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:bisnis.com
Kategori:Riau, Ekonomi
wwwwww