Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
17 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
17 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
17 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
17 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
17 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
17 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Badminton

Ngaku Enggak Tahan Digoblok-goblokin, Kader Hanura Hijrah ke Nasdem

Ngaku Enggak Tahan Digoblok-goblokin, Kader Hanura Hijrah ke Nasdem
Dadang Rusdiana. (istimewa)
Selasa, 17 Juli 2018 16:56 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Sejumlah anggota DPR Fraksi Partai Hanura mendaftar jadi calon legislatif 2019 lewat Partai Nasdem. Hal itu disampaikan oleh politikus Hanura yang juga pindah, Dadang Rusdiana.

Alasan terkuat pindah adalah karena konflik internal di Hanura yang belum juga selesai antara kubu Oesman Sapta Odang dan Syarifuddin Sudding.

"Pertama kan ada konflik internal di Hanura yang sampai sekarang belum selesai. PTUN memutuskan kubu Sudding yang menang, kubu kami. Kemudian itu tidak dieksekusi oleh Kemenkumham. Itu kan menjadi konflik," kata Dadang di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa, 17 Juli 2018.

Dadang menyampaikan para kader yang pindah merasa tidak nyaman jika terus berada di bawah kepemimpinan Oso. Menurut dia, lebih baik pindah jika terus berada di pusaran konflik.

"Politisi itu kan dipilih masyarakat, punya kedudukan kuat di masyarakat. Tapi kalau tiba-tiba kami misalkan di DPP, sebagai petinggi partai dianggap enggak punya peran apa-apa, digoblok-goblokin, siapa yang tahan kan. Kan itu jadi masalah," ujar Dadang.

Mengenai pilihannya ke Nasdem, Dadang mengaku punya kesamaan pikiran dengan partai itu. Nasdem juga dinilai punya basis yang kuat saat menang di Pemilihan Kepala Daerah lalu.

"Kalau menang atau tidak kan tergantung kitanya. Kita elektabilitasnya kuat atau enggak. Tapi kan artinya kami sudah enggak berpikir mahar segala macam, kami nyaman aja," kata Dadang.

Selain dirinya, Dadang menyampaikan sejumlah nama yang menyeberang ke Nasdem. Seperti Arif Suditomo, Fauzih Amro, Rufinus Hotmaulana Hutauruk, dan juga Dossy Iskandar.***

wwwwww