Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
9 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
21 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
3
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
22 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
4
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
20 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
5
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
22 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
6
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
Sepakbola
18 jam yang lalu
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
Home  /  Berita  /  Riau

Anak Sapi Berkepala Dua yang Lahir di Rengat Barat Riau Akhirnya Mati

Anak Sapi Berkepala Dua yang Lahir di Rengat Barat Riau Akhirnya Mati
Sapi berkepala dua yang lahir di Rengat Barat, Indragiri Hulu, Riau
Rabu, 18 Juli 2018 20:34 WIB
PEKANBARU - Fenomena langka dimana ada anak sapi yang lahir dengan dua kepala di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, ternyata tidak bisa bertahan hidup. Anak sapi jantan yang dinamai Bujang dan Embut itu mati pada Rabu pagi.

"Pagi tadi, habis subuh, sapinya akhirnya mati," kata Petugas Peternakan Lapangan dari Dinas Pertanian dan Perikanan Indragiri Hulu, Jebul Suharto, ketika dihubungi dari Pekanbaru, Rabu.

Ia mengatakan anak sapi jantan milik petani bernama Ilham itu kemungkinan besar kekurangan makan. Sejak lahir pada 14 Juli, anak sapi itu tidak bisa berdiri. Tubuhnya tidak kuat menopang dua kepalanya.

"Ya karena kurang asupan pangan karena dia tidak bisa berdiri untuk menyusu ke induknya," kata Jebul.

Anak sapi milik warga Desa Alang Kepayang, Kecamatan Rengat Barat, itu proses kelahirannya membutuhkan waktu sampai enam jam lebih. Bagian bawah tubuh anak sapi itu normal. Tapi kepalanya dua, otaknya dua, matanya dua pasang, hidung dan mulutnya dua.

Sejak lahir, anak sapi itu memang tidak bisa berdiri seperti sapi lainnya. Pemiliknya, karena panik, sempat memberinya susu bubuk yang biasa diberikan kepada bayi manusia. Akibatnya anak sapi itu terserang diare.

Pemiliknya bersama petugas dinas peternakan di lapangan sudah berusaha menyelamatkan anak sapi itu dengan memerah susu induknya untuk diberikan ke anak sapi. Namun akhirnya sapi bernama Bujang dan Embut itu tidak bisa bertahan hidup. ***

Editor:Hermanto Ansam
Kategori:Olympic, Riau, PON
wwwwww