Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
10 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
2
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
10 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
3
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
9 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
4
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
7 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
12 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Sepakbola
7 jam yang lalu
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Home  /  Berita  /  Riau

Mangkraknya Pengelolaan Pasar Modern Sorek Terungkap, PT Bina Karya Pelalawan Menyerah

Mangkraknya Pengelolaan Pasar Modern Sorek Terungkap, PT Bina Karya Pelalawan Menyerah
Rabu, 18 Juli 2018 00:27 WIB
Penulis: Farikhin
PANGKALAN KERINCI - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) mempertanyakan keseriusan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pelalawan dan perusahaan pemenang tender dalam pengelolaan Pasar Modern Sorek.

Selasa (17/7/2018), DPRD Pelalawan menggelar hearing bersama dinas terkait dan pihak perusahaan. Saat hearing, terungkap, PT Bina Karya Pelalawan sebagai perusahaan pemenang tender pengelolaan pasar, menyerah melanjutkan kontrak.

"Kesimpulan hearing, bahwa PT Bina Karya Pelalawan sudah tidak sanggup lagi melanjutkan kontrak untuk mengelola Pasar Modern Sorek," terang Sekretaris Komisi II, Tengku Khairil, menegaskan kesimpulan hasil rapat.

Pada kesempatan itu, T Khairil meminta kepada dinas terkait yakni Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Pelalawan untuk segera melakukan evaluasi.

"Pak Kadis, kalau perlu ini segera ditender ulang, tapi jangan sampai terjadi lagi seperti ini," pesannya, kepada Kepala Diskoperindag Pelalawan, Zuherman Das dalam forum.

Wakil Ketua Komisi II, Baharudin menyarankan Diskoperindag untuk segera memutuskan perjanjian kontrak dengan PT Bina Karya Pelalawan selaku pemenang tender.

"Harus putus kontrak, sebab retribusi terus berjalan. Setiap tahun pengelola harus membayar Rp 320 juta. Jangan sampai timbul persoalan baru," tegasnya. ***

wwwwww