Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
22 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
16 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
3
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
19 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
4
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
17 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
5
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
15 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
17 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  Badminton

Pasutri Asal Bukittingi yang Tertangkap Bawa 10 Kg Sabu Diduga Jaringan Malaysia

Pasutri Asal Bukittingi yang Tertangkap Bawa 10 Kg Sabu Diduga Jaringan Malaysia
Pasangan suami istri asal Bukittinggi, YA (43) dan EV (34) yang ditangkap saat membawa sabu-sabu 10 kg di Siak, Riau.
Senin, 30 Juli 2018 20:32 WIB
PEKANBARU - Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Riau AKBP Haldun menjelaskan, pasangan suami istri (pasutri) asal Bukittinggi, Sumatera Barat, berinisial YA (43) dan EV (34) yang ditangkap saat membawa sabu-sabu sekitar 10 kg, terindikasi merupakan jaringan internasional.

Pasutri itu tertangkap di Siak, Provinsi Riau, Minggu (29/7/2018) sore pukul 17.30 WIB di jalan lintas Dayun - Perawang, Km 70, Kampung Dayun, Kabupaten Siak, tepatnya di depan Mapolres Siak.

Penangkapan dilakukan oleh personel Polres Siak dan BNNP Riau.

Dijelaskan Haldun, keduanya yang berstatus kurir, diduga merupakan bagian dari jaringan asal negeri Jiran, Malaysia. Mereka juga jaringan lintas provinsi.

"Barangnya masuk dari Selat Panjang, keduanya terima barang di Buton, rencananya mau dibawa ke Pekanbaru," kata Haldun seperti dilansir tribunpekanbaru.com, Senin (30/7/2018).

Haldun menuturkan, dari pengakuan pasutri ini, mereka sudah kali ketiga menjemput barang haram tersebut.

"Yang dua kali lolos, barang dibawa ke Palembang," ucapnya.

Saat ini, pihaknya masih melakukan pengembangan lebih lanjut. "Sementara jaringan terputus," jelas dia.

Diberitakan sebelumnya, sepasang suami istri (pasutri) asal Bukittinggi, Sumatra Barat, YA (43) dan EV (34) berhasil menjemput Narkotika jenis sabu-sabu di kota Dumai, Riau. Rencananya, sabu-sabu sebanyak 10 kantong tersebut, bakal diedarkan di Sumatera Barat.

Pasutri itu tertangkap di Siak, Minggu (29/7/2018) pukul 17.30 WIB.

Apalagi mereka menempuh jalan pulang pada jalan lintas Dayun -Perawang depan Mapolres Siak.

Kapolres Siak AKBP Ahmad David melalui Kasat Narkoba AKP Herman Pelani mengatakan, kedua terduga pelaku ditangkap di Km 70, kampung Dayun, Kabupaten Siak.

Penangkapan dilakukan oleh personel Polres Siak dan BNP Riau.

"Kami mendapat informasi dari anggota BNP Riau tentang adanya pelaku peredaran gelap Narkotika. Atas info tersebut, personel BNP gabungan dengan 8 personel Polres Siak menyelidikinya," kata dia.


Pada saat itu, tim gabungan melihat mobil Toyota Innova warna hitam, B 1396 BRR melintas di depan Polres Siak. Sehingga personel yang bertugas mengadangnya.

"Lalu dilakukan penggeledahan pada mobil itu. Personel menemukan diduga narkotika jenis sabu-sabu," kata dia.

Dari hasil interogasi pihak kepolisian dan BNP, pelaku membawa barang haram itu dari Dumai yang akan dibawa menuju Provinsi Sumbar.

"Kemudian kedua pelaku dibawa oleh tim BNP Riau ke Pekanbaru, untuk dilakukan pengembangan. Penimbangan barang bukti dilakukan oleh pihak BNP Riau," kata dia.

Barang bukti diduga narkotika jenis sabu-sabu sebanyak 10 kantong itu dibungkus dengan plastik warna hijau. Kemudian disimpan dalam tas.

Diperkirakan 1 bungkus sabu lebih kurang 1 kg. ***

Editor:Arie RF
Sumber:tribunpekanbaru.com
Kategori:Badminton, Olympic, Beladiri, Sumatera Barat
wwwwww