Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Riko Simanjuntak Minta Maaf Kepada Fans PSS Sleman
Sepakbola
23 jam yang lalu
Riko Simanjuntak Minta Maaf Kepada Fans PSS Sleman
2
Alasan Bernando Tavares Tunjuk Yuran Fernandes Jadi Eksekutor
Sepakbola
23 jam yang lalu
Alasan Bernando Tavares Tunjuk Yuran Fernandes Jadi Eksekutor
3
Francisco Rivera Unjuk Kualitas Dalam Alirkan Bola dan Ambil Keputusan
Sepakbola
23 jam yang lalu
Francisco Rivera Unjuk Kualitas Dalam Alirkan Bola dan Ambil Keputusan
4
Darije Kalezic Ungkap Kunci Hentikan Tren Cetak Gol Bhayangkara FC
Sepakbola
24 jam yang lalu
Darije Kalezic Ungkap Kunci Hentikan Tren Cetak Gol Bhayangkara FC
5
Pelatih Borneo FC Soroti Banyak Peluang Terbuang
Sepakbola
23 jam yang lalu
Pelatih Borneo FC Soroti Banyak Peluang Terbuang
6
Madura United FC Raih Tiga Penghargaan Bulan September 2026
Sepakbola
23 jam yang lalu
Madura United FC Raih Tiga Penghargaan Bulan September 2026
Home  /  Berita  /  Riau

Coreng Negeri Melayu yang Agamis, Pasar Rakyat Guntung yang Dipenuhi Bungkus Kondom Diminta Segera Ditutup

Coreng Negeri Melayu yang Agamis, Pasar Rakyat Guntung yang Dipenuhi Bungkus Kondom Diminta Segera Ditutup
Bungkus obat batuk dan kondom yang berserakan di Pasar Rakyat Guntung
Rabu, 01 Agustus 2018 02:56 WIB
Penulis: Rida Ayu Agustina
TEMBILAHAN - Wajah Indragiri Hilir yang menjunjung tinggi adat istiadat kemelayuan dan agamis tercoreng gara-gara Pasar Rakyat Sungai Guntung yang seronok. Pasar yang dibangun dengan dana APBD Inhil sebesar Rp13 miliar kini dipenuhi sampah bungkusan obat batuk komik dan kondom.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Inhil, Edi Gunawan kepada GoRiau.com menegaskan bahwa Pemkab Inhil harus segera menutup akses masuk ke dalam gedung yang terletak di Jalan Tanjung Rambie Sungai Guntung, Kecamatan Kateman itu.

"Untuk menjawab persoalan ini, kita minta kepada Pemkab agar dapat segera menutup akses ke lokasi bangunan," tegasnya.

Jika tidak, Pemkab dikatakan Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu harus segera memfungsikan bangunan yang dibangun melalui anggaran tahun jamak APBD Inhil 2006 - 2009.

Karena dikatakannya, jika kondisi terus dibiarkan, maka akan menjadi pengaruh buruk bagi anak-anak yang tinggal di Guntung.

"Tutup akses masuk atau segera fungsikan, karena sudah telalu lama pasar itu dibangun tapi dibiarkan terbengkalai," lanjutnya.

Ia pun mengaku sudah berulang kali mendesak Pemkab untuk memfungsikan bangunan yang sudah mengganggur selama 10 tahun itu.

"Sudah hampir 10 tahun pasar ini tidak juga ada jalan keluarnya untuk difungsikan. Kalau kami DPRD sudah sangat memperjuangkanya, hanya Pemkab yang dengan berbagai alasan yang tidak jelas sampai hari ini," tukas pria yang akrab disapa Asun itu. ***

wwwwww