Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Minta Turunkan Biaya Penyebrangan Antar Pulau Jawa dan Sumatra, SPASI Surati Presiden
Ekonomi
21 jam yang lalu
Minta Turunkan Biaya Penyebrangan Antar Pulau Jawa dan Sumatra, SPASI Surati Presiden
2
Kehadiran BSANK Didukung PB/PP, Akademisi Hingga Presiden Astaf
Olahraga
15 jam yang lalu
Kehadiran BSANK Didukung PB/PP, Akademisi Hingga Presiden Astaf
3
Pendaftaran Wartawan Peliput PON XX Papua Diperpanjang
Olahraga
18 jam yang lalu
Pendaftaran Wartawan Peliput PON XX Papua Diperpanjang
4
Tim Catur Indonesia Patok Target Lolos ke Divisi Utama
Olahraga
18 jam yang lalu
Tim Catur Indonesia Patok Target Lolos ke Divisi Utama
5
Jelang Sidang Tahunan, MPR Gelar Rapid Test untuk Jurnalis
Politik
14 jam yang lalu
Jelang Sidang Tahunan, MPR Gelar Rapid Test untuk Jurnalis
6
Pendiri Arema Bilang Arema FC Klub Rakyat
Sepakbola
15 jam yang lalu
Pendiri Arema Bilang Arema FC Klub Rakyat
Home  /  Berita  /  GoNews Group
Laporan Langsung dari Lokasi Bencana Gempa Lombok

Mengharukan, Rumahnya Rubuh Akibat Gempa, Nenek 80 Tahun Ini Terpaksa Tidur Beralaskan Spanduk

Mengharukan, Rumahnya Rubuh Akibat Gempa, Nenek 80 Tahun Ini Terpaksa Tidur Beralaskan Spanduk
GoNews.co saat menyambangi sang nenek dalam kunjungan bersama Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah ke Lombok Timur. (GoNews.co)
Rabu, 01 Agustus 2018 19:40 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
LOMBOK TIMUR - Sungguh nahas nasib nenek Darmanaf (80 tahun), hanya tinggal berdua dengan sang cucu tanpa suami dan anak, pada hari minggu (29/7/2018) lalu ia juga harus kehilangan rumahnya, akibat gempa yang terjadi di Lombok Timur.

Nenek Darmanaf adalah salah satu warga Dusun Mentarang, Obel-Obel, Lombok Timur yang menjadi korban bencana gempa tektonik kekuatan 6,4 Skala Richter (SR).

Dari pantauan GoNews.co, ia kini tinggal sementara di depan rumahnya yang sudah porak poranda, dengan hanya beralaskan Sehelai sepanduk.

Saat kejadian gempa, nenek Darmanaf mengaku sedang berada di luar rumah. "Kalau saya di dalam, mungkin saya juga sudah gak ada lagi," ceritanya kepada GoNews.co, Rabu Siang.

Desa Obel-Obel memang merupakan daerah terparah terkena musibah gempa tektonik tersebut. Hampir seluruh bangunan baik rumah warga, masjid dan sekolah rata dengan tanah.

Untuk makan sehari-hari, warga hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah dan relawan. Termasuk juga dengan Nenek Darmanaf beserta cucunya.

"Yang biasa kerja cucu saya. Saya hanya masak di rumah, tapi setelah ada kejadian ini, cucu saya juga enggak bisa kerja," ceritanya sambil sesekali menyeka air matanya.

Harapanya, ia segera diberi bantuan untuk mendirikan rumahnya. "Minimal saya dan cucu tidak tidur di luar begini nak, tolong bantu nenek," pintanya.

Sementara itu, Pemerintah dalam hal ini Presiden Joko Widodo, sudah menjanjikan bantuan uang tunai sebesar Rp50 juta rupiah untuk setiap KK yang rumahnya rusak parah. Namun uang tersebut tidak diberikan secara tunai. Melainkan dengan cara transfer. Artinya, sang nenek juga harus mencari uang untuk membuka rekening di bank yang sudah ditentukan.***


wwwwww