Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
21 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
15 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
13 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
4
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
14 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
5
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
14 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
6
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
22 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Home  /  Berita  /  Badminton

Taufik Kurniawan Berharap Dampak Gempa Terhadap Pariwisata Lombok Tak Berlangsung Lama

Taufik Kurniawan Berharap Dampak Gempa Terhadap Pariwisata Lombok Tak Berlangsung Lama
Jum'at, 10 Agustus 2018 23:03 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Gempa yang terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), tak dipungkiri berpengaruh terhadap pariwisata di daerah itu. Pasalnya, infrastruktur yang sudah ada, turut rusak akibat gempa berkekuatan 7 skala Richter yang terjadi beberapa waktu yang lalu.

Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan berharap, dampak dari bencana alam ini tak berlangsung lama terhadap dunia pariwisata NTB.

"Ya kita turut berduka karena gempa ini menyebabkan jatuhnya banyak korban. Rumah, tempat ibadah, sekolah, dan sarana publik lainnya juga banyak yang rusak. Kita harap, pemerintah segera memperbaiki seluruhnya, sehingga pariwisata di sana tidak terlalu terdampak. Jika terdampak pun, kita harap tak berlangsung lama," kata Taufik ketika dikonfirmasi, Jumat (10/8/2018).

Dampak paling nyata dari bencana ini, kabarnya 15 negara yang mengeluarkan travel advice ke Lombok, antara lain Prancis, Selandia Baru, Inggris, Siprus, Luxemburg, Belgia, Jerman, Kanada, Tiongkok, Australia, Amerika Serikat, Singapura, Malaysia, Brasil, dan Swiss. Hal ini tentunya memberi dampak langsung pada pariwisata Indonesia, khususnya jumlah kunjungan wisman.

"Kita dorong pemerintah untuk segera melakukan recovery terhadap NTB, sehingga siap kembali menerima wisatawan. Travel advice pun dapat segera dicabut. Dan kita tetap mendorong, baik pemerintah daerah maupun Kementerian Pariwisata juga memperhatikan wisatawan yang sedang ada di Lombok. Pembentukan tim Tourism Crisis Centre (TCC) Kemenpar kita apresiasi," tandas Waketum PAN itu.

Hingga Rabu (08/8/2018) lalu, ada wisatawan maupun masyarakat yang masih bertahan di kepulauan Gili. Berdasarkan hasil penyisiran di tiga Gili, beberapa orang yang masih bertahan adalah pemilik properti dan peralatan diving.

Data terakhir menyebutkan ada 7.000 orang dari Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno yang terdiri wisatawan mancanegara, wisatawan nusantara, staf penginapan dan restoran, serta warga sekitar yang dievakuasi pasca gempa Lombok.***

wwwwww