Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
19 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
17 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
8 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
8 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
8 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
6
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
8 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Home  /  Berita  /  Riau

Dijerat Dua UU Berbeda, Perkara Aborsi Ilegal di Inhu Mulai Disidangkan PN Rengat

Dijerat Dua UU Berbeda, Perkara Aborsi Ilegal di Inhu Mulai Disidangkan PN Rengat
Sabtu, 11 Agustus 2018 01:06 WIB
Penulis: Jefri Hadi
RENGAT - Setelah dilimpahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU), kasus praktek aborsi ilegal di Desa Sungai Beringin, Rengat, Kabupaten Inhu, Riau mulai disidangkan di PN (Pengadilan Negeri) Rengat.

Dalam dakwaan yang dibacakan, JPU (jaksa penuntut umum), Rullif Yuganitra SH, kedua terdakwa yakni, Mak Ita alias Ita (43) (dukun aborsi) dan Dina (23) (pelaku aborsi) dijerat dengan pasal berlapis.

Tidak hanya itu, kedua terdakwa juga didakwa dengan dua undang-undang berbeda, yakni UU Perlindungan Anak dan UU Kesehatan.

"Sidang dakwaan terhadap keduanya kita lakukan secara terpisah. Dan atas dakwaan yang kita bacakan, kedua terdakwa menerima dan tidak mengajukan eksepsi".

Demikian diungkapkan Kasi Pidum Kejari Inhu, Hayatu Comaini SH MH melalui JPU Rullif Yuganitra, menjawab Goriau.com usai mengikuti persidangan di PN Rengat, Jumat (10/8/2018).

Dikatakan Rullif, kedua terdakwa itu dijerat dengan pasal 74a jo 45a UU 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Tidak itu saja, pihaknya juga mendakwa kedua terdakwa itu dengan pasal 194 jo pasal 75 ayat 1 UU 36 tahun 2009 tentang kesehatan.

"Kedua terdakwa itu kita jerat dengan dua UU, yakni UU perlindungan anak dan kesehatan dengan ancaman pidana mencapai 10 tahun penjara," tegas Rullif, seraya menyebutkan sidang selanjutnya akan digelar pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi.

Sidang tersebut dipimpin langsung oleh, Petra J Siahan SH selaku Hakim Ketua didampingi Omori Sitorus SH dan Immanuel MP Sirait SH selaku hakim anggota.

Sebagai mana diberitakan GoRiau.com sebelumnya, kedua tersangka itu digerebek dan diamankan Sat Reskrim Polres Inhu pada, Kamis Kamis (19/4/2018) lalu.

Dimana, penangkapan itu berawal dari laporan warga setempat yang mencurigai aktivitas di rumah dukun beranak tersebut.

Dan ternyata, setelah diselidiki pihak Polres Inhu, Ita selaku pemilik rumah tertangkap tangan tengah melakukan praktek aborsi ilegal. Dan dari pengakuan Ita, profesi terlarang itu telah dia geluti sejak tahun 2017 lalu. Untuk 1 kali aborsi, Ita menerima imbalan sebesar Rp1 juta. ***

Kategori:Beladiri, Riau
wwwwww