Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
13 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
24 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
3
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
15 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
4
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
10 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
5
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
Sepakbola
22 jam yang lalu
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
6
Marc Klok Terlecut Balas Pengorbanan Suporter Persib Yang Borong Tiket ACL 2
Sepakbola
22 jam yang lalu
Marc Klok Terlecut Balas Pengorbanan Suporter Persib Yang Borong Tiket ACL 2
Home  /  Berita  /  Riau

Pembenahan Kota Pangkalan Kerinci Telan Dana Rp40 Miliar

Pembenahan Kota Pangkalan Kerinci Telan Dana Rp40 Miliar
Rabu, 15 Agustus 2018 17:15 WIB
Penulis: Farikhin
PANGKALANKERINCI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan berencana membenahi kota Pangkalan Kerinci. Pembenahan ibukota kabupaten ini diperkirakan menelan dana sebesar Rp40 miliar melalui APBD-P 2018.

"Pembenahan kota Pangkalan Kerinci, lebih kurang menelan dana Rp40 miliar," sebut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Kabupaten Pelalawan, M Syahrul Syarif, Rabu (15/8/2018).

Namun dijelaskannya, anggaran tersebut sebagian besar berada di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pelalawan.

"Sebagian besar penanganan pembenahan kota Pangkalan Kerinci, porsinya lebih banyak di Dinas PUPR," beber Syahrul.

Lebih lanjut dikatakannya, beberapa item akan dilakukan pembenahan seperti pembenahan drainase, jalan dan taman kota.

"Yang jelas akan dibenahi, jalan yang tidak layak agar menjadi layak. Yang belum diaspal akan diaspel," ujarnya.

Namun persoalan yang paling menonjol dalam pembenahan kota yakni drainase.

"Di Pangkalan Kerinci itu masalahnya yang menonjol drainase dan ini besar biayanya," tandasnya.

Melalui dana yang terbatas saat ini, menurut Syahrul, pembenahan kota tidak akan selesai dalam tahun 2018 ini. Perlu konsistensi dalam pembenahan kota.

"Memang tak akan selesai dengan dana yang terbatas sekarang, tapi perlu konsisten agar bisa terwujud," tutupnya, kepada GoRiau. ***

Kategori:Voli, Riau
wwwwww