Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
9 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
2
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
9 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
3
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
8 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
4
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
11 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
5
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
6 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
6
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Sepakbola
6 jam yang lalu
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Home  /  Berita  /  Badminton

Mahfud MD Blak-blakan Soal Ancaman PBNU ke Jokowi, PDIP Tuding ILC Sengaja Mendramatisir

Mahfud MD Blak-blakan Soal Ancaman PBNU ke Jokowi, PDIP Tuding ILC Sengaja Mendramatisir
Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Hasto. (Istimewa)
Kamis, 16 Agustus 2018 19:57 WIB
JAKARTA - Pernyataan Mahfud MD yang menyebut adanya ancaman terhadap Jokowi atas perintah Ma'ruf Amin dianggap sebagai ekspresi kekecewaan. Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menganggap lumrah jika mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu kecewa setelah batal dicalonkan menjadi pendamping Jokowi pada Pilpres 2019.

Ungkapan tersebut dilontarkan Hasto menanggapi pernyataan Mahfud MD bahwa di balik batalnya dirinya menjadi calon wakil presiden (cawapres) Jokowi, ada ancaman PBNU kepada Jokowi. Hal itu terungkap dalam acara Indonesia Lawyer Club (ILC) yang disiarkan secara langsung oleh TV One, Selasa (15/8/2018).

"Itu sikap ekspresi Pak Mahfud MD. Ya itu merupakan satu hal manusiawi lah, tapi enggak ada ancam mengancam, apalagi kita lihat sosok Kiai Ma’ruf itu merupakan sosok pengayom," ucapnya di Istana Negara, Rabu (15/8/2018).

Dia meyakini viralnya pernyataan Mahfud MD hanya upaya dramatisasi pihak ILC yang mendorong Mahfud mengekspresikan secara frontal terkait batalnya dia menjadi cawapres Jokowi. "Akan jadi persoalan kecuali sudah ditetapkan sebagai calon kemudian dibatalkan. Ini kan belum ada soal penetapan saat itu. Tapi ya kami memahami itu sebuah ekspresi," ujarnya.

Dia juga membantah bahwa adanya anggapan koalisi partai politik pendukung Jokowi yang menghubungi Mahfud untuk mempersiapkan diri menjadi kandidat calon wakil presiden mendampingi Jokowi. Hal tersebut diakuinya merupakan ranah Presiden Jokowi sehingga hal itu tidak ada kaitannya sama sekali dengan koalisi partai.

"Kemudian bahwa ada plus minus dari setiap calon itu sejak awal disadari, tapi ini satu kesatuan. Presidennya Pak Jokowi. Wapres membantu tugas-tugas Presiden itu yang harus kita lihat bersama," jelasnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Solopos
Kategori:Badminton, PON, Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww