Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
19 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
2
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
7 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
3
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
20 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
4
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
22 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
5
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
18 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
20 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  Riau

Vaksin MR Positif Mengandung Unsur Babi, Dinkes Dumai: Dibolehkan untuk Darurat, Cuma Banyak yang Menolak

Vaksin MR Positif Mengandung Unsur Babi, Dinkes Dumai: Dibolehkan untuk Darurat, Cuma Banyak yang Menolak
Kamis, 23 Agustus 2018 16:44 WIB
Penulis: Friedrich Edward Lumy
DUMAI - Vaksin Measless dan Rubella untuk imunisasi, terbukti mengandung unsur babi. Vaksin yang diimpor dari Serum Institute of India itu dinyatakan haram oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Namun, penggunaannya dibolehkan karena keterpaksaan atau darurat.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Dumai, Paisal saat dikonfirmasi GoRiau.com, Kamis (23/8/2018) terkait kelanjutan program Imunisasi Measless dan Rubella (MR) belum bisa melanjutkan hingga keluar hasil rapat Hari Senin tanggal 27 Agustus mendatang.

"Senin depan kita akan rapat dengan Dinas Kesehatan Provinsi Riau dan MUI. Setelah rapat itu baru kita tahu apakah vaksin MR ini bisa digunakan atau menunggu vaksin MR yang halal," kata Paisal.

Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa Nomor 33 Tahun 2018 tentang penggunaan vaksin measless dan rubella untuk imunisasi, dikatakan Paisal, bahwa MUI menyatakan pada dasarnya vaksin MR haram.

"Tetapi penggunaan vaksin MR produk dari Serum Institute of India dibolehkan (mubah). Tapi, masyarakat Kota Dumai yang sudah mengetahui yang tidak mau," ujar Paisal.

Ada tiga alasan kenapa MUI untuk sementara ini membolehkan penggunaan vaksin MR. Pertama, adanya kondisi keterpaksaan (darurat syar'iyyah). Kedua, belum ditemukan vaksin MR yang halal dan suci. Ketiga, ada keterangan dari ahli yang kompeten dan dipercaya tentang bahaya yang ditimbulkan akibat tidak diimunisasi vaksin MR.

Dijelaskan Paisal, Dinas Kesehatan Kota Dumai sudah menghentikan pemberian imunisasi MR sejak tanggal 4 Agustus 2018. Pihaknya menunda pemberian vaksin penyakit campak dan rubella tiga hari usai pencangangan imunisasi MR di Kota Dumai.

"Program imunisasi MR seyogyanya berlangsung dari Agustus hingga September 2018 mendatang. Jumlah anak yang jadi sasaran imunisasi MR di Kota Dumai mencapai 86.555 orang. Kami menargetkan 95 persen anak yang jadi sasaran memperoleh imunisasi MR," jelas Paisal.

Sasaran program ini adalah anak yang rentan tertular campak. Mereka yakni anak usia 9 bulan sampai kurang dari 15 tahun. Mereka bisa mendapatkan imunisasi MR di sekolah, puskesmas atau posyandu. ***

Kategori:Voli, Riau, PON
wwwwww