Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
23 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
16 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
14 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
4
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
16 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
5
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
16 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
6
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
23 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Home  /  Berita  /  Badminton
Asian Games 2018

Tak Diunggulkan, Tera Mampu Raih Perak

Tak Diunggulkan, Tera Mampu Raih Perak
Petembak Muhammad Sejahtera Dwi Putra meraih perak. (INASGOC)
Sabtu, 25 Agustus 2018 17:05 WIB
Penulis: Azhari Nasution
PALE,MBANG – Meski tidak diunggulkan, Indonesia masih bisa mendapatkan medali pada cabang menembak Asian Games (AG) 2018, lewat penampilan petembak Muhammad Sejahtera Dwi Putra yang meraih perak di nomor 10 meter running target campuran. 

Bertanding di Jakabaring Sport City, Palembang, Sabtu (25/8/2018), petembak yang akrab disapa Tera ini meraih total 380 poin. Ia berjarak empat poin dari petembak Korea Utara, Myong Won Pak, yang meraih emas dengan 384 poin. Sementara itu, perunggu dimenangkan oleh Yu Gan dari China dengan 379 poin.

Penampilan Tera terlihat sangat tenang pada pertandingan nomor ini sejak babak kualifikasi. Keberhasilannya meraih perak cukup mengejutkan karena lawannya adalah petembak kelas dunia, seperti Myong Won Pak adalah peraih emas AG 2010 di Ghuangzhou, China.

Pada babak (stage) 1 di final, tembakan pertama Tera sempat meleset sehingga hanya meraih nilai 7. Namun, selebihnya ia terlihat bisa bangkit dan melesatkan poin tinggi hingga stage 2. Hanya saja, peraih emas Myong Won Pak tampil lebih konsisten sejak awal sehingga bisa lebih banyak menembak target bernilai paling tinggi.

“Poin pada pertandingan ini hanya turun 2-3 poin dari hasil latihan Pelatnas, masih dalam batas wajar. Memang itu yang kita harapkan, ketika dalam tekanan, selisih poin jangan turun jauh,” kata pelatih menembak, Masruri.

Tera mengaku sangat bersyukur karena pada pertandingan sebelumnya di nomor individual 10 meter running target ia gagal masuk final, padahal sempat memuncaki babak kualifikasi hari pertama. 

“Kemarin adalah sejarah, Alhamdulllah hari ini saya bisa tampil lebih baik,” kata petembak berusia 21 tahun ini.

Ini menjadi medali pertama dari cabang menembak di Asian Games 2018. Lebih jauh lagi, ini merupakan kali pertama Indonesia dapat medali di cabang olahraga ini setelah yang terakhir pada 1966.

wwwwww