Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
13 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
24 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
3
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
14 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
4
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
Sepakbola
22 jam yang lalu
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
5
Marc Klok Terlecut Balas Pengorbanan Suporter Persib Yang Borong Tiket ACL 2
Sepakbola
22 jam yang lalu
Marc Klok Terlecut Balas Pengorbanan Suporter Persib Yang Borong Tiket ACL 2
6
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
9 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Home  /  Berita  /  Riau

Soal Keterlibatan Kabinda Dalam Pemulangan Neno Warisman di Riau, Ini Penjelasan Badan Intelijen Negara

Soal Keterlibatan Kabinda Dalam Pemulangan Neno Warisman di Riau, Ini Penjelasan Badan Intelijen Negara
Direktur Komunikasi BIN, Wawan Hari Purwanto. (Foto:Adhim Mugni Mubaroq/kumparan)
Minggu, 26 Agustus 2018 18:44 WIB
JAKARTA - Badan Intelijen Negara (BIN) mengakui terlibat dalam upaya meminta aktivis gerakan #2019gantipresiden, Neno Warisman, meninggalkan Riau.

Permintaan itu dilontarkan setelah acara Tour Musik bertajuk "#2019 Ganti Presiden" di Riau yang dihadiri Neno tidak mendapat izin dari polisi dan ada massa kontra yang menolak kehadirannya.

Juru bicara Badan Intelijen Negara, Wawan Hari Purwanto, mengatakan BIN Daerah (Binda) Riau hanya menjalankan tugas agar tidak terjadi bentrokan massa. Terlebih acara yang dihadiri Neno tidak mendapat izin.

''Imbauan untuk kembali ke Jakarta terhadap Neno Warisman adalah jalan terbaik dari pada terjadi bentrokan dan menghindari jatuhnya korban dan tentu akan muncul masalah baru atas legalitas acara tersebut,'' kata Wawan dalam keterangan tertulisnya yang dirilis GoRiau.com dari Kumparan.com, Minggu (26/8).

Namun, Wawan membantah tuduhan pemulangan Neno menunjukkan BIN tidak netral. Tindakan itu disebutnya semata untuk memastikan keselamatan warga.

Tidak ada keberpihakan atau upaya tidak netral dari BIN dalam perhelatan Pemilu, akan tetapi menjaga keselamatan warga dan upaya cegah dini untuk hal-hal yang tidak diinginkan mutlak harus dilakukan, sehingga hal ini bukan dimaksudkan untuk keberpihakan, tetapi untuk menjaga keselamatan dan tegaknya aturan setelah tidak ada izin atas acara tersebut," sebutnya.

Wawan memberi penjelasan soal Kepala BIN Daerah (Kabinda) Riau yang muncul dalam video Neno dan turut menekan agar Neno dan rekannya segera meninggalkan Riau.

''Kabinda Riau selaku penanggung jawab Kominda (Komite Intelijen Daerah) menjadi pihak yang harus berada di garis depan guna mengambil langkah preventif agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," tutupnya. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:kumparan.com
Kategori:PON, Riau, Olympic
wwwwww