Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
14 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
14 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
21 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
14 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
5
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
19 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
6
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
Umum
15 jam yang lalu
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
Home  /  Berita  /  Riau

Kendaraan Bertonase Besar 'Mondar-mandir' di Kota Pangkalan Kerinci, Portal 55 Harus Diaktifkan

Kendaraan Bertonase Besar Mondar-mandir di Kota Pangkalan Kerinci, Portal 55 Harus Diaktifkan
Ketua Fraksi Golkar DPRD Pelalawan, Baharudin turun ke lapangan mengamati langsung arus lalu lintas di jalan areal Bhakti Praja, Pangkalan Kerinci, Rabu (29/8/2018).
Rabu, 29 Agustus 2018 12:07 WIB
Penulis: Farikhin
PANGKALANKERINCI - Saat ini terlalu banyak kendaraan bertonase besar mondar mandir di Kota Pangkalan Kerinci sehingga merusak jalan dan mengganggu aktifitas warga, karena itu portal di Km 55 harus diaktifkan kembali.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pelalawan menuding Dinas Perhubungan (Dishub) gagal menjalankan tugas dan kewenangannya sehingga angkutan kendaraan yang melebihi tonase begitu merajalela.

Hal ini ditegaskan Ketua Fraksi Golkar DPRD Pelalawan, Baharudin, Rabu (29/8/2018). Dikatakannya, saat ini Dishub Pelalawan telah gagal melakukan tugasnya.

"Selama ini Dishub tutup mata dengan tugasnya, khusunya di kota Pangkalan Kerinci," ujarnya, kepada GoRiau.

Diungkapkan Baharudin, ia telah melakukan pembuktian di lapangan, terkait pengawasan terhadap kendaraan bertonasi tinggi yang melintas dalam kota.

"Kita lihat, portal di KM 5 dan KM 55 sekarang dibuka sehingga kendaraan bertonasi dengan mudah masuk dalam kota. Dishub tidak melarang kendaraan berat masuk ke dalam kota," tandasnya.

Dengan kondisi itu, kata Baharudin, akan membuat jalan kota hancur. Sangar mustahil ke depan untuk dilakukan perbaikan dengan kemampuan keuangan daerah sekarang.

"Kami minta portal KM 55 difungsikan kembali dan Dishun juga melakukan penertiban. Jangan sampai kejadia kemarin terulang, disaat ada upacara truk trailer lewat tanpa ada larangan," tutupnya.

?Ketua Komisi III DPRD Pelalawan, Imustiar menyampaikan, pihaknya akan segera memanggil Kepala Dishub Pelalawan. "Kita agendakan di Bamus dulu. Kita minta penjelasan mereka terkait persoalan ini," ucapnya, kepada GoRiau. ***

wwwwww