Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
13 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
12 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
12 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
5
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
18 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
6
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
13 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Home  /  Berita  /  Badminton
Insiden Asian Games

Waduh Ada Anggota DPR Maksa Masuk dan Bentak-bentak Panitia Inasgoc di Venue Voli GBK

Waduh Ada Anggota DPR Maksa Masuk dan Bentak-bentak Panitia Inasgoc di Venue Voli GBK
Anggota DPR RI, Mulfachri Harahap. (istimewa)
Rabu, 29 Agustus 2018 00:52 WIB
JAKARTA - Isu keributan antara politikus elite yang duduk di DPR Mulfachri Harahap dengan panitia Asian Games 2018 tersebar di grup-grup WhatsApp (WA). Mulfachri mengklarifikasi isu tersebut.

Cerita yang tersebar di grup WA itu disebut-sebut terjadi di venue bola voli Gelora Bung Karno (GBK). Menurut cerita yang tersebar itu, Mulfachri bersitegang dengan panitia lantaran memaksa masuk tapi tak punya akreditasi VIP. 

"Nggak, nggak, nggak. Saya punya akreditasi, ya. Jadi panitia.... Tapi begitu, biasanya juga bisa masuk, nggak ada masalah," kata Mulfachri saat dihubungi, Selasa (28/8/2018).

Mulfachri menegaskan punya akreditasi VIP untuk masuk venue bola voli GBK. Menurut Mulfachri, pihak Inasgoc-lah yang kurang terorganisasi.

"Saya kan penonton biasa. Saya masuk, saya punya pass, saya kira karena Inasgoc nggak well-organized saja," ujar Wakil Ketua Umum PAN itu.

"Saya ini hanya satu dari persoalan kecil dari segitu banyak persoalan yang menyangkut soal tiket dalam penyelenggaraan ini. Saya klarifikasi, saya itu, saya hanya satu dari segitu banyak persoalan menyangkut tanda masuk." imbuh dia.

Sekali lagi Mulfachri menegaskan punya akreditasi VIP. Mulfachri menyinggung panitia yang sempat berbicara dengannya.

"Kalau dibilang saya tidak punya, saya punya pass. Iya (VIP), terus nggak boleh masuk. Gimana coba. Dan petugas yang di depan itu nggak beres omongnya," ujarnya.

Dimintai konfirmasi terpisah, juru bicara Indonesia Asian Games Organizing Committe (Inasgoc) Danny Buldansyah membenarkan ada insiden tersebut. Menurut Danny, Mulfachri selalu memaksa masuk untuk menonton pertandingan voli.

Mulfachri, menurut Danny, selalu memaksa dan membentak panitia sukarelawan. Soal akreditas VIP Mulfachri, Danny mengaku tak tahu.

"Yang bersangkutan selalu memaksa masuk nonton voli ketika dilarang sama volunter, volunter dimarahi, dibentak-bentak. Akhirnya, karena volunter, ya namanya juga anak kuliah, takut, akhirnya diperbolehkan masuk," sebut Danny.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:detik.com
Kategori:Badminton, PON, Olympic, Voli, Metropolitan, Non Olympic, DKI Jakarta
wwwwww