Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
12 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
11 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
19 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
17 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
5
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
11 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
6
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
12 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Home  /  Berita  /  Riau

Wakil Bupati Bengkalis Jalani Pemeriksaan Atas Dugaan Korupsi Pipa Transmisi PDAM Rp3,4 Miliar

Wakil Bupati Bengkalis Jalani Pemeriksaan Atas Dugaan Korupsi Pipa Transmisi PDAM Rp3,4 Miliar
Muhammad usai menjalani pemeriksaan.
Senin, 03 September 2018 16:49 WIB
Penulis: Winda Mayma Turnip
PEKANBARU - Wakil Bupati Bengkalis, Muhammad menjalani pemeriksaan dugaan korupsi pipa transmisi PDAM, senilai Rp3,4 miliar di Polda Riau, Senin, (3/9/2018). Pemeriksaan yang dilakukan oleh Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Riau, Pekanbaru, berakhir sekitar pukul 14.00 WIB.

Keterangan Kepala Bidang Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto menjelaskan, Muhammad diperiksa sebagai saksi dalam dugaan tindak pidana korupsi di Kabupaten Indragiri Hilir. Pasalnya, nama Muhammad terseret dalam perkara ini saat menjabat sebagai Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Riau.

"Kita memeriksa sebagai saksi atas dugaan kasus korupsi pengadaan pipa PDAM di Inhil," ujarnya.

Dugaan tindak pidana korupsi ini berawal dari laporan sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Proyek milik Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Riau tahun 2013 ini menghabiskan dana Rp3.415.618.000, namun ditengarai tidak sesuai spesifikasi, yang mengakibatkan potensi kerugian negara Rp1 miliar lebih.

Dalam laporan LSM itu, Muhammad diduga tidak melaksanakan kewajibannya selaku kuasa pengguna anggaran proyek pipa tersebut. Pemeriksaan Muhamaad ini merupakan yang kedua kalinya setelah yang pertama beberapa bulan lalu.

Sementara itu, pihak kepolisian dalam perkara ini masih belum menyebutkan pihak yang terlibat atau tersangka dalam penanganan kasus ini. Untuk saat ini, Polda Riau diketahui telah menetapkan sejumlah tersangka yang diantaranya pihak kontraktor berinisial HA dan konsultan pengawas berinisial SY.

Selain itu, Sabar Stevanus P Simalango selaku Direktur PT Panatori Raja yang merupakan pihak rekanan, dan Edi Mufti BE selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sudah ditetapkan sebagai pesakitan.

Akan tetapi, Muhammad yang seusai penyidikan langsung bergegas menuju mobil Toyota Fortuner hitam, dengan plat Polisi H 8328 ZZ dan dikawal oleh 2 pengawalnya, enggan berkomentar apapun kepada wartawan. ***

Kategori:Beladiri, Riau
wwwwww