Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
19 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
19 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
9 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
18 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
19 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
19 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Sumatera Utara
Breaking News!

MUI Pusat Perbolehkan Vaksin MR Karena Alasan Berikut ini

MUI Pusat Perbolehkan Vaksin MR Karena Alasan Berikut ini
Sekretaris Daerah Kabupaten Labuhanbatu Ahmad Muflih
Selasa, 04 September 2018 13:22 WIB
Penulis: Fendry Nababan SH
LABUHANBATU- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat perbolehkan (mubah) vaksin Miasles dan Rubela (MR) digunakan untuk Imunisasi, karena ada kondisi keterpaksaan (darurat syar'iyyah), dan belum ditemukan vaksin MR yang halal dan suci, serta ada keterangan dari ahli yang kompeten dan dipercaya tentang bahaya yang ditimbulkan akibat tidak diimunisasi.

Hal tersebut adalah upaya untuk melindungi anak dan masyarakat Indonesia dari bahaya penyakit tersebut, Pemerintah menjalankan program Imunisasi MR, terkait dengan hal itu, Menteri Kesehatan RI mengajukan permohonan fatwa kepada MUI tentang status hukum untuk dijadikan sebagaj panduan pelaksanaanya dari aspek keagamaan.

Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa saat ini banyak kasus terjadinya penyakit campak dan rubela di Indonesia, penyakit ini digolongkan penyakit yang mudah menular dan berbahaya, karena bisa menyebabkan cacat permanen dan kematian, anak-anak merupakan kelompok yang sangat rentan terkena penyakit tersebut.

Demikian keterangan dari pihak MUI yang dalam hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Labuhanbatu Ahmad Muflih, SH, MM, Senin (3/9/2018) dalam rapat koordinasi yang berlangsung di Ruang Rapat Bupati Labuhanbatu. Selanjutnya dari pihak MUI berharap, pemerintah wajib menjamin ketersediaan vaksin halal untuk kepentingan imunisasi bagi masyarakat, serta pemerintah juga harus menjadikan pertimbangan keagamaan sebagai panduan dalam imunisasi dan pengobatan.

Fatwa MUI Pusat No.33 Tahun 2018 tersebut mulai berlaku pada tanggal yang telah ditetapkan yaitu pada tanggal 08 Dzulhijjah 1439 H – 20 Agustus 2018 yang ditandatangi Komisi Fatwa MUI Prof. DR. H Hasanuddin AF, MA dan DR.H. Asrokun Ni’am Sholeh, MA yang diketahui Dewan Pimpinan MUI Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin (Ketua Umum) dan Dr. H. Anwar Abbas, MM, M.Ag (Sekretaris Jenderal), dengan ketentuan jika dikemudian hari ternyata membutuhkan perbaikan, akan diperbaiki dan disempurnakan sebagaimana mestinya, diharapkan agar setiap muslim dan pihak-pihak yang memerlukan dapat mengetahuinya, serta menghimbau kepada semua pihak untuk menyebarluaskan fatwa ini.

Editor:Sisie
Kategori:Sumatera Utara, Voli, Olympic, PON
wwwwww