Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
18 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
14 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
15 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
20 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
5
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
11 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
6
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
10 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Home  /  Berita  /  Badminton

Diduga Terlibat Penembakan Polisi di Cirebon, 2 Teroris Ditangkap di Solok

Diduga Terlibat Penembakan Polisi di Cirebon, 2 Teroris Ditangkap di Solok
ilustrasi
Rabu, 05 September 2018 18:11 WIB
PADANG - Dua terduga teroris yang ditangkap Tim Densus 88 Mabes Polri di Jorong Lambah, Nagari Batu Banyak, Lembang Jaya, Solok, Senin (3/9) malam dan langsung dibawa ke Jakarta.

Keduanya diduga terlibat penembakan anggota Patroli Jalan Raya (PJR) di Tol Kanci-Pejagan, Cirebon, Jawa Barat.

“Iya, keduanya langsung dibawa ke Jakarta pada malam itu juga,” ujar Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Syamsi, Rabu (5/9) seperti dilansir topsatu.com.

Diakui, keduanya berinisial R dan Z dan diringkus berdasarkan hasil pengembangan dari kasus penyerangan polisi di Cirebon.

Dalam penangkapan tidak ada perlawanan dari kedua terduga teroris tersebut. Polda hanya membantu pengamanan saja, untuk penangkapan dan pemeriksaan dilakukan oleh Densus.

“Kita tidak tahu keterlibatannya dalam penyerangan polisi, itu wewenang Densus,“ kata Syamsi.

Sebelumnya, Densus juga menangkap empat warga Sumbar, dua di Padang, satu di Bukittinggi dan satu lagi di Payakumbuh. Kini, keempatnya masih berada di Jakarta.

“Kita juga tidak tahu dimana keberadaan keempatnya, mungkin masih di Jakarta,” ujar Kabid Humas. ***

Editor:Arie RF
Sumber:topsatu.com
Kategori:Sumatera Barat, Beladiri, Olympic, Badminton
wwwwww