Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
19 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
15 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
16 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
11 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
11 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
6
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
21 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Home  /  Berita  /  Badminton

Dollar Tembus Rp15 Ribu, La Nyalla Ajak Saling Bantu Selamatkan Rupiah

Dollar Tembus Rp15 Ribu, La Nyalla Ajak Saling Bantu Selamatkan Rupiah
Rabu, 05 September 2018 18:04 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
SURABAYA - Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur, La Nyalla Mahmud Mattalitti, mengajak semua pihak untuk sejenak melupakan urusan politik menuju pemilihan presiden (Pilpres) dan saling bantu demi menyelamatkan rupiah yang terus merosot hingga tembus ke angka Rp15 ribu.

"Pertama, saya sampaikan, rupiah ini harus kita jaga. Kalau terus anjlok, bisa runyam ekonomi kita. Maka mari saling bantu. Lupakan dulu Anda pendukung Jokowi dua peridode atau pendukung ganti presiden," ujar La Nyalla saat dihubungi, Rabu (5/9/2018).

Lalu La Nyalla memaparkan sejumlah hal yang bisa dilakukan untuk ikut menjaga rupiah. Misalnya, bagi masyarakat dan dunia usaha yang masih menyimpan dolar AS, segera dikonversi ke rupiah.

"Jadi tidak hanya devisa hasil ekspornya dibawa ke Indonesia, tapi sudah harus dikonversi ke rupiah. Kita juga minta pengusaha untuk lakukan lindung nilai (hedging) saat bertansaksi valas. Saya sampaikan ke teman-teman pengusaha, yang tidak buru-buru butuh dolar AS, jangan panik beli sekarang, pakai saja fasilitas swap BI. Faktor psikologi di pasar seperti ini perlu kita jaga," ujarnya.

La Nyalla juga mengimbau masyarakat untuk menunda membeli beragam perangkat elektronik yang komponennya masih impor.

"Ini agar neraca kita tidak semakin defisit, yang artinya kita keluarkan dolar lebih banyak daripada menerima dolar. Juga kurangi belanja produk-produk konsumtif di merchant-merchant milik asing karena hasilnya nanti capital outflight, dolar AS terbang ke luar negeri," ujar pengusaha bahan baku konstruksi tersebut.

La Nyalla juga mengajak untuk intens menggunakan transportasi publik yang bisa menekan konsumsi BBM.

"Indonesia ini masih impor minyak sekitar 400.000 barel per hari. Dan itu butuh dolar AS. Mei lalu, impor migas kita US$ 2,81 miliar, angka yang besar. Kalau kita ramai-ramai naik transportasi publik, konsumsi BBM berkurang, kita bantu Pertamina dan negara ini," terangnya.

La Nyalla menambahkan, hal sederhana yang bisa dilakukan untuk ikut menjaga rupiah adalah menunda liburan ke luar negeri.

"Yang ingin liburan ke luar negeri, ya ditunda dululah, menunggu gejolak kurs mereda. Intinya, kita jaga jangan sampai permintaan terhadap dolar AS terus naik. Ya liburan saja di dalam negeri, semuanya indah kok, dari Gunung Bromo, Kawah Ijen, Kota Batu, sampai pantai-pantai di Pacitan," paparnya.***

wwwwww