Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
12 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
15 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
3
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
9 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
4
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
20 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
5
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
10 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
6
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
8 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Home  /  Berita  /  Riau

Nelayan Salome Kuasai Perairan Bagansiapiapi, Ini Akibatnya..

Nelayan Salome Kuasai Perairan Bagansiapiapi, Ini Akibatnya..
Nelayan Bagansiapiapi menggelar pertemuan dengan Satpol Air.
Kamis, 06 September 2018 20:48 WIB
Penulis: Amrial
BAGANSIAPIAPI - Pencari kerang atau lebih dikenal dengan nelayan Salome asal Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara memburu kerang yang terdapat di perairan Rohil. Alat tangkap mereka berupa "Tank" yang diturunkan ke dasar laut dengan cara ditarik untuk menjerat kerang, bisa menghasilkan puluhan ton tangkapan tiap hari. 

Pengerukan secara membabi buta terhadap hewan air yang memiliki nilai gizi yang tinggi itu membuat nelayan Bagansiapiapi menggelar pertemuan di kantor Satuan Polisi Perairan Polres Rohil (Satpol Air) di Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, Kamis (6/9/2018). Mereka meminta polisi untuk segera menangkap nelayan Salome asal Tanjung Balai yang sudah mencuri kerang yang sudah menjadi mata pencarian mereka selama ini.

"Kita juga sangat heran, mengapa nelayan Salome dari Tanjung Balai bisa sampai disini mengeruk kerang Bagansiapiapi. Kita menduga pasti ada oknum yang bermain memberikan informasi kepada nelayan disana bahwa dilokasi tersebut sedang banyak kerang," kata Kasat Polairud Polres Rohil Iptu Sapto Hartoyo pada pertemuan dengan nelayan Bagansiapiapi didampingi anggota DPRD Rohil, Habib Noor.

Kepada para nelayan, Sapto mengungkapkan rasa penasarannya karena puluhan unit "Tank" yang telah mengeruk kerang di perairan Bagansiapiapi bisa mengetahui secara pasti lokasi dan titik koordinatnya. Akibatnya, nelayan Bagansiapiapi yang semestinya pulang membawa kerang kini malahan tak kebagian.

''Saya berharap nelayan harus proaktif membantu polisi dalam memberi informasi hal ini untuk mencari tahu siapa oknum pembocor informasi itu," cetusnya.

"Saya yakin ada orang atau teman diantara kita yang bermain. Masak mereka tahu koordinat dimana banyak kerang di Rohil ini," tambahnya lagi.

Sapto mengaku, kekuatan Polair sangat terbatas dalam mengamankan perairan di Rokan Hilir jika tidak diback up dari petugas Perikanan Provinsi Riau. Terutama menyangkut dengan sarana transportasi kapal patroli.

Dari hasil gelar pertemuan antara Polair dan nelayan Bagansiapiapi, anggota DPRD Rohil Habib Nur meminta kepada nelayan untuk turut membantu Polairud dalam mencegah pengerukan besar besaran. Karena menurutnya, ukuran dan kecepatan antara kapal Sumut dibandingkan dengan kapal patroli sangat jauh tertinggal.

"Soal pengamanan nelayan juga harus turut membantu, kapal patroli Polairud sangat kecil. Karena itu perlu bantuan dari semua pihak khususnya nelayan," sebut Habib. ***

Kategori:Riau, PON
wwwwww