Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
14 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
10 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
3
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
16 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
11 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
22 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
6
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
9 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Home  /  Berita  /  Riau

Tak Kunjung Dibayar, DPRD Desak Pusat Segera Bayar DBH Migas Riau

Tak Kunjung Dibayar, DPRD Desak Pusat Segera Bayar DBH Migas Riau
Kordias Pasaribu
Kamis, 06 September 2018 20:43 WIB
Penulis: Winda Mayma Turnip
PEKANBARU - DPRD Riau mendesak pemerintah pusat untuk mempercepat pembayaran Dana Bagi Hasil (DBH) Migas, yang mencapai Rp1,9 triliun. Apalagi, saat ini Provinsi Riau tengah mengalami defisit anggaran.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Riau Kordias Pasaribu, Kamis, (6/9/2018). Kordias pun menjelaskan bahwa pihak dewan telah berkali - kali menjemput bola ke Kementrian ESDM dan Kementrian Keuangan untuk menyegerakan pembayaran tersebut.

"Kita sudah semaksimal mungkin, kemarin beberapa kali kita bersama Banggar menjumpai, baik Kementrian ESDM ataupun Kemetrian Keuangan," ujarnya.

"Kita desak agar pemerintah pusat percepat penyaluran tunda bayar tersebut. Kita yakin pemerintah punya skenario terhadap situasi sekarang, seperti nilai tukar dolar yang naik, tetapi kita minta agar pemerintah pusat lebih memperhatikan langkah - langkah kewajiban tunda salur ini," paparnya.

Sementara itu, Kordias menguraikan, APBD 2018 telah tersedot sebanyak sekitar Rp1,2 triliun untuk bantuan hibah. Salah satunya adalah untuk pembangunan Gedung Mapolda dan kejati, ditambah hampir Rp5 triliun untuk belanja langsung mapun tidak langsung.

"Dalam APBD 2018 itu, anggaran kita banyak tersedot ke bantuan hibah, sekitar Rp1,2 triliun, seperti untuk Mapolda dan Kejati. Ada lagi belanja langsung dan tidak langsung hampir Rp5 triliun, banyak tersedot kesana," ujarnya. ***

Kategori:Voli, Riau
wwwwww