Terpisah dari Bengkalis, Siak Semakin Maju, Syamsuar: Dulu Saja Kalau Mau ke Seberang Harus Naik Sampan
![]() |
| Jembatan Sultanah Latifah Agung, Siak. (Foto: Sangra) |
Penulis: Ira Widana
Namun dengan adanya otonomi daerah, Siak dimekarkan menjadi sebuah Kabupaten baru yakni tahun 1999 silam dan pertama kali dipimpin oleh Bupati Siak H Arwin AS, infrastruktur mulai dibangun dan perlahan kondisi infrastruktur Siak membaik.
"Kalau ibu datang ke Siak semasa saya camat, bapak/ibu mau ke seberang saja pakai sampan, semuanya jalan di Siak ini dulunya tanah. Sekarang sudah ada jembatan, jalan juga sudah bagus, kota tertata rapi dengan tanaman hijau yang masih asri,"kata Syamsuar di hadapan para peserta Latpim II Angkatan XXI Visitasi Kepemimpinan Nasional, Kamis (6/9/2018).
Bahkan sampai sekarang, lanjut Syamsuar, infrastruktur ini juga menjadi problem yang mendasar di beberapa Kabupaten di Riau. Banyak jalan poros yang masih sangat tidak layak untuk dilewati bahkan belum tersentuh pembangunan. Padahal Riau merupakan penyumbang migas terbesar di Sumatera.
"Kalai tidak ada otonomi daerah, daerah-daerah di Riau ini tidak akam berkembang maju dan akan terisolir. Menyedihkan sekali, daerah penyumbang Migas terbanyak ke Pusat ini justru pembangunanya lambat dan masih banyak masyarakatnya yang miskin," terang Syamsuar lagi.
Masih dengan semangatnya menceritakan awal terbentuknya Kabupaten Siak tahun 1999 hingga 2005 lalu, Syamsuar juga menyinggung soal 7 kecamatan belum teraliri listrik, pelayanan kesehatan yang tidak maksimal sehingga pasien selalu dirujuk ke Pekanbaru.
"Akhirnya saya menemui Dirut PLN Dahlan Iskan, dan pak Dahlan siap bantu kita untuk penambahan kapasitas listrik di Siak, akhirnya saat ini hanya 7 desa yang belum teraliri listrik, ini berkat usaha kita. Dan komitmen kita 2019 persoalan listrik di Siak tuntas,"terang Syamsuar.
Berkaitan dengan kerusakan jalan yang ada di Siak itu bukan karena kesalahan pada pekerjaannya. Melainkan pada kendaraan yamg melintas dengan beban mencapai 30 ton, padahal kapasitas jalan hanya untuk 8 ton saja.
"Tapi Pemkab Siak melalui Dinas terkait terus berupaya menvari pendanaan untuk infrastruktur jalan ini baik dari provinsi maupun dari pusat. Dan sampai saat ini Siak terbilang bagus menggunakan keuangan daerah dengan berhasil.meraih 7 kali Opini Wajar Tanpa Pengecualian," tutupnya. ***













