Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
17 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
16 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
10 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
4
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
10 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
5
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
10 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
6
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
23 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Home  /  Berita  /  Riau

Buset, Warga Ini Minta Ganti Rugi Tanah Ukuran 28 x 10 Meter Seharga 2 Unit Ruko

Buset, Warga Ini Minta Ganti Rugi Tanah Ukuran 28 x 10 Meter Seharga 2 Unit Ruko
Sabtu, 08 September 2018 23:27 WIB
Penulis: Safrizal
SELATPANJANG - Saat ini Pemkab Kepulauan Meranti sedang membangun Jalan Pramuka Selatpanjang. Namun ada kisah unik dari pembebasan lahan tepatnya di persimpangan Pramuka - Dorak, dimana di situ ada sebidang tanah yang awalnya akan dibebaskan.

Menurut Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan Kawasan dan Pemukiman Sabri ST, ada wacana pembuatan buat tugu di simpang Pramuka - Dorak. Mereka pun telah berkomunikasi untuk pembebasan tanah yang ada di sana. Simpang Jalan Pramuka - Dorak rencananya akan dilebarkan.

Namun, upaya itu akhirnya gagal. Pemilik tanah menginginkan harga pembebasan yang sangat tinggi. Kata Sabri, tanah ukur 28 x 10 meter diminta seharga 2 unit ruko. Atau sekitar Rp1,5 miliar kalau dirupiahkan.

"Itu sangat tinggi harganya untuk tanah ukuran 28 x 10 meter," kata Sabri.

Pekerjaan Jalan Pramuka Diadendum

Selain pembebasan tanah, beberapa kendala menjadi penghambat selesainya pekerjaan Jalan Pramuka. Diantaranya terkait brikes, median jalan, dan material.

Material sempat ingin didatangkan rekanan dari Tanjungbalai. Namun, Sabri meminta material harus dari Tanjungpinang. "Ada juga kendala lainnya sehingga pekerjaan tak bisa selesai tepat waktu," aku Sabri.

Oleh sebab itu, pekerjaan tersebut diadendum. Yang semula ditargetkan tuntas pada Agustus 2018, mendapat perpanjangan menjadi Oktober 2018.

Sabri optimis Jalan Pramuka yang akan menjadi ikon Kota Selatpanjang bisa siap dengan waktu yang ditentukan. Jalan itu nantinya akan jadi wajah kota selatpanjang.

Jalan Pramuka sepanjang 1,380 meter itu nantinya akan dilengkapi beberapa fasilitas. Diantaranya trotoar, tempat santai, tempat jalan kaki, jalur sepeda, dua lajur, dan median serta marka jalan. ***

Kategori:Voli, Riau
wwwwww