Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
17 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
14 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
3
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
12 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
4
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
11 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
5
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
12 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
6
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
19 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Home  /  Berita  /  Jawa Tengah

Di 'Kampung Pak De', Ini Kemeriahan Aksi #2019GantiPresiden Tanpa Atribut

Di Kampung Pak De, Ini Kemeriahan Aksi #2019GantiPresiden Tanpa Atribut
Minggu, 09 September 2018 18:19 WIB
SOLO - Deklarasi #2019GantiPresiden yang digelar dalam format 'Jalan Sehat Umat Islam' berlangsung meriah di Kota kelahiran presiden Jokowi atau 'Pak De' di Solo. Meski sempat dilarang dan berubah format acara, masyarakat justru makin ramai berbondong-bondong datang.

Acara itu dipusatkan di Gladak, Solo, Minggu (9/9). Masyarakat hadir mengikuti jalan sehat dengan rute sekitar 3 kilometer, kemudian menyaksikan orasi dari tokoh Solo, dan diakhiri pembagian doorprize.

Semula, acara itu akan dihadiri Ahmad Dhani dan Neno Warisman yang juga penggerak #2019GantiPresiden. Namun mereka batal karena ada penolakan dari sekelompok masyarakat. Aksi ini akhirnya dipimpin juru bicara presidium #2019GantiPresiden, Mustofa Nahrawardaya.

Mustofa mengatakan, di Solo ada dua aksi lain yaitu kirab yang dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah, dan acara Senam Pagi yang disebut Mustofa sebagai tandingan dan penyebab deklarasi #2019GantiPresiden berubah jadi jalan sehat.

"Semakin dihambat, mereka semakin banyak datang. Bahkan perubahan tempat sehari sebelumnya itu mereka tahu. Jadi meski dipindah-pindah, mereka mau pindah dua jam sekali pun tahu," ucap Musutofa kepada kumparan, Minggu (9/9).

Karena ada larangan dan tekanan, aksi yang berubah menjadi 'Jalan Sehat Umat Islam' ini disebarkan melalui WhatsApp dan media sosial. Dampaknya ternyata sangat signifikan dengan banyaknya massa yang hadir dan tak ada gesekan di masyarakat.

"Semalam saya bertemu Kapolres Solo di Ngruki. Intinya sepakat tidak ada kericuhan, keributan, semua teduh. Ada juga utusan Kaplda yang sudah bertemu ngobrol di Ngruki," pungkas Mustofa.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Kumparan.com
Kategori:PON, Olympic, Voli, Metropolitan, Jawa Tengah
wwwwww