Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
9 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
9 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
10 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
10 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
10 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
17 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Riau

Pasca Demo BEM Riau Lukai 6 Polwan, RJCI Desak Kampus Bersih dari Tunggangan Politik

Pasca Demo BEM Riau Lukai 6 Polwan, RJCI Desak Kampus Bersih dari Tunggangan Politik
Ketua Umum RJCI, Raya Desmawanto MSi
Selasa, 25 September 2018 16:00 WIB
Penulis: Winda Mayma Turnip
PEKANBARU - Relawan Jokowi Center Indonesia (RJCI) mengecam aksi demonstrasi yang menamakan kelompoknya Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se Riau pada Senin (24/9/2018) kemarin di kantor DPRD Riau. Aksi unjuk rasa bertepatan dengan Hari Tani Nasional itu melukai sebanyak 6 orang polisi wanita (polwan) yang mengawal jalannya demonstrasi.

"Kami sangat menyesalkan terjadinya peristiwa yang membuat enam orang polwan mengalami luka. Apa salah mereka sehingga dengan teganya oknum-oknum BEM tersebut bertindak seperti itu. Seakan-akan demo itu selalu identik dengan kekerasan, sehingga mengaburkan substansi tuntutan," kata Ketua Umum RJCI, Raya Desmawanto MSi kepada media, Selasa (25/9/2018).

Raya menegaskan, demonstrasi adalah hal yang lumrah dalam alam demokrasi saat ini. Namun, kebebasan berpendapat tidak sama dengan aksi suka-suka dan mengumbar kekerasan atau cacian secara membabi buta. Apalagi, aktor yang berunjuk rasa adalah para demonstran yang merupakan kelompok berpendidikan, pembelajar dan intelektual.

''Kalau mau bertindak preman, silakan ganti baju. Kalau mahasiswa itu ya berjuang dengan cara intelektual, argumentatif dan naratif. Ini kok melukai para perempuan yang ditugaskan negara untuk mengawal mereka. Ini sudah keterlaluan dan di luar batas kewajaran," tegas Raya.

Raya menyarankan agar otoritas terkait menindak oknum-oknum mahasiswa yang bertindak brutal tersebut. ''Agar tidak terulang kembali, sebaiknya para pelaku kekerasan terhadap petugas kepolisian polwan ditindak secara hukum. Agar tak menjadi kebiasaan," tegas Raya.

Meski demikian, Raya meyakini kalau aksi demonstrasi tersebut tidak mencerminkan secara keseluruhan dari perilaku mahasiswa Riau. Ia menduga, kalau aksi-aksi yang menjurus kekerasan dan penghinaan ditunggangi oleh aktor-aktor tertentu yang diduga menyelinap di BEM, termasuk aktor politik dan parpol tertentu.

Oleh sebab itu, RJCI meminta agar pimpinan kampus di Riau segera menertibkan dugaan adanya intervensi dan cawe-cawean kelompok politik dan parpol tertentu yang masuk ke kampus melalui kelembagaan mahasiswa dan lembaga lainnya di kampus.

"Bersihkan kampus dari intervensi politik yang mempecundangi kelembagaan mahasiswa dan organisasi kampus lainnya. Pimpinan kampus harus menertibkan hal ini. Jika tidak mampu, lebih baik mundur saja. Kita juga akan melaporkan hal ini ke Kemenristek Dikti untuk ditindaklanjuti,''pungkas Raya. (rls)

Kategori:Olympic, Riau, PON
wwwwww