Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
20 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
24 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
3
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
20 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
4
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
19 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
5
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
19 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Home  /  Berita  /  Badminton

Tahun Politik, Ketua Fraksi Golkar MPR Ajak Masyarakat Tetap Gotong Royong

Tahun Politik, Ketua Fraksi Golkar MPR Ajak Masyarakat Tetap Gotong Royong
Selasa, 25 September 2018 20:59 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Sebelum Sosialisasi Empat Pilar di hadapan ratusan warga dan tokoh masyarakat di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, 24 September 2018, Ketua Fraksi Partai Golkar MPR Agun Gunandjar Sudarsa melantunkan beberapa penggalan puisi. Dalam puisi yang digubahnya, pria yang akrab dipanggil Kang Agun itu mengajak kepada semua untuk membangun negeri agar Indonesia mandiri.

Agar Indonesia seperti yang diharapkan, disebut oleh Kang Agun, bangsa ini harus memiliki landasan berbangsa dan bernegara yang kokoh. Untuk itu dalam setiap sosialisasi, dirinya pasti memaparkan pentingnya implementasi Pancasila.

Di dalam Pancasila, dikatakan ada nilai-nilai yang mulia, "seperti gotong royong", ungkapnya. Menurutnya gotong royong merupakan budaya Indonesia sebagaimana terkandung dalam Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945.

"Ini yang harus kembali di tanamkan kepada masyarakat," ungkapnya.

Lebih lanjut dipaparkan, bangsa ini harus kembali kepada Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945 serta mengembalikan rakyat sebagai pemegang kedaulatan bangsa yang tertinggi.

Kang Agun mengingatkan bangsa ini telah memasuki masa kampanye Pemilu Presiden dan Pemilu Legislatif 2019. Diakui di tahun politik, tensi dan emosi masyarakat naik sehingga bisa menimbulkan potensi konflik antar anak bangsa. Dirinya menegaskan perbedaan pilihan jangan dijadikan sumber perpecahan.

Alumni Program S2 Universitas Indonesia itu tak hanya mengajak masyarakat tetap rukun di tahun politik namun juga saling bahu membahu ikut menciptakan Pemilu yang aman dan damai dengan saling menghormati satu dengan lainnya.

Pria kelahiran Bandung, Jawa Barat, itu mengakui penting peran masyarakat dalam mengawal Pemilu agar hajatan lima tahunan itu bisa terselenggara secara Langsung, Umum, Bebas, dan Rahasia serta Jujur dan Adil. "Masyarakat Kuningan harus menggunakan hak pilihnya," harapnya.

"Jangan golput untuk menentukan wakil-wakil rakyat," tegasnya.

Dirinya mendorong dua hal ini sebab Pemilu untuk mewujudkan bangsa Indonesia yang lebih makmur. ***

wwwwww