Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
23 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
22 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
3
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
20 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
4
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Non Olympic
23 jam yang lalu
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
5
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
Sepakbola
20 jam yang lalu
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
6
Ambisi Madura United FC Putus Tren Positif PSM Makassar
Sepakbola
20 jam yang lalu
Ambisi Madura United FC Putus Tren Positif PSM Makassar
Home  /  Berita  /  Badminton
Liga 1 2018

Dikalahkan PS Tira, McMenemy Bilang Bhayangkara Kurang Beruntung

Dikalahkan PS Tira, McMenemy Bilang Bhayangkara Kurang Beruntung
Senin, 08 Oktober 2018 01:47 WIB
Penulis: Azhari Nasution
BANTUL - Juara bertahan LIGA 1, Bhayangkara FC, menyerah dari PS Tira dalam pertandingan lanjutan pekan ke-24 musim ini. Bermain di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (6/10/2018), Bhayangkara FC kalah 0-2.

Kekalahan ini membuat usaha Bhayangkara untuk terus menapak di papan atas klasemen sementara menjadi tertahan. Butuh usaha lebih keras lagi untuk kembali ke persaingan jalur juara.

Pelatih Bhayangkara FC, Simon McMenemy, mengatakan hasil negatif ini tidak lepas dari permainan solid tim tuan rumah. Bhayangkara terpaksa harus lebih banyak bertahan dalam pertandingan itu.

“Kami tidak beruntung sekali dalam pertandingan ini. PS Tira bermain lebih bagus dan punya banyak peluang, hingga akhirnya mencetak dua gol,” tutur Simon McMenemy.

Dengan kekalahan ini Bhayangkara FC harus mencari ganti poin yang hilang. Hal itu karena kompetisi tinggal menyisakan 10 pertandingan, sehingga toleransi untuk kehilangan poin terus mengecil.

Jika Bhayangkara tidak segera memperbaiki raihan poin, dikhawatirkan peluang untuk mempertahankan gelar juara menjadi terus menyusut.

wwwwww