Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
22 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
22 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
22 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
22 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
22 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
22 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Badminton

Fahri Hamzah Buka Focus Group Discussion Tentang BPJS Kesehatan

Fahri Hamzah Buka Focus Group Discussion Tentang BPJS Kesehatan
Senin, 08 Oktober 2018 14:33 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Devisit yang tengah dialami oleh Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Sebab kalau BPJS harus segera dituntaskan, agar lembaga jaminan itu tidak terus menerus bersandiwara dengan keterbatasan yang dimilikinya. Jika tidak, maka semua pihak juga bersandiwara dengan rakyat, dalam hal proses pelayanan kepada mereka.

Demikian disampaikan Wakil Ketua DPR RI Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra), Fahri Hamzah membuka Focus Group Discussion membahas tentang BPJS Kesehatan bersama beberapa narasumber dari berbagai elemen dan pemanggu kepentingan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (8/10/2018).

Dikatakan Fahri, FGD ini diniatkan untuk menemukan masalah yang mungkin akan dibawa dalam rapat konsultasi dan rapat kerja yang lebih luas dengan para pejabat pemangku kepentingan, khususnya di dalam pemerintahan.

"Karena kemarin kami juga sudah melakukan kunjungan ke BPJS, dan juga bertemu dengan beberapa pihak yang memiliki dan berkaitan dengan situasi yang kita hadapi dalam implementasi sistem penjaminan nasionak kita, yang umurnya relatif baru," katanya.

Namun keberadaan lembaga penjaminan yang baru ini, lanjut politis dari PKS itu, tidak boleh gagal karena apa pun mandat dari perlindungan universal ini adalah mandat dari konstitusi dan Undang-Undang (UU). Secara khusus dalam konstitusi, pembukaan yang tidak pernah diubah yakni "melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia."

"Kata-kata perlindungan di situ, tentu berkaitan atau berhubungan dengan perlindungan, dalam hal ini jaminan kesehatan sebagai jaminan dasar. Selain jaminan-jaminan sebagai pemenuh dari tujuan bernegara," papar Fahri.

Maka dari itu, sambung Fahri, pihaknya ingin mendengar dari pihak BPJS Kesehatan, dengan harapan nantinya bisa dibahas dalam komisi-komisi terkait di DPR. Sehingga nanti saat rapat dengan pemerintah, DPR bisa mengambil kesimpulan yang lebih tajam.

"Secara umum, temuan yang kemarin kita miliki lebih daripada bagaimana mengatasi devisit yang bisa berakibat pada berkurangnya pelayanan. Bagaimana memberikan ruang kepada BPJS untuk mengambil solusi yang permanen," kaata politisi dari Nusa Tenggara Barat (NTB) itu.***

wwwwww