Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
14 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
18 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
13 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
15 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
20 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Umum
20 jam yang lalu
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Home  /  Berita  /  Badminton

Kepala Daerah Berpihak di Pilpres, Noviwaldy: Harusnya Membimbing Masyarakat

Kepala Daerah Berpihak di Pilpres, Noviwaldy: Harusnya Membimbing Masyarakat
Noviwaldy Jusman
Senin, 08 Oktober 2018 20:33 WIB
Penulis: Winda Mayma Turnip
PEKANBARU - Kabar yang beredar terkait sejumlah kepala daerah di Riau yang mendeklarasikan dukungan terhadap salah satu calon di Pilpres 2019 mendatang, sangat disayangkan DPRD Riau. Hal itu diutarakan Wakil Ketua DPRD Riau, Noviwaldy Jusman, Senin, (8/10/2018).

"Sangat disayangkan kepala daerah yang mendukung salah satu calon Pilpres secara terang - terangan. Kita berharapnya, kepala daerah ini melakukan pembinaan politik kepada masyarakat dan bawahannya, bagaimana kalau mereka sudah berpihak," ujar Noviwaldy.

Menurutnya, hal itu akan menjadi sebuah preseden yang buruk, karena mengabaikan tugasnya untuk mengayomi masyarakat dan menjadi teladan dalam merangkul perbedaan pendapat.

"Lebih baik tidak memihak menurut saya, karena sebagai pemimpin seharusnya mengayomi seluruh masyarakat di Riau ini, walaupun itu hak mereka. Hanya secara etika ini bisa menjadi preseden yang buruk," papar Noviwaldy.

"Walaupun saya rasa sebagian masyarakat sudah mengerti dan memahami, mungkin ada dari mereka yang terpaksa mendukung, dan lain sebagainya. Tapi kita harapkan mereka tetap menjunjung etika dan moral dalam posisinya sebagai pemimpin masyarakat," ulang Noviwaldy.

Sementara itu, terkait adanya kader Demokrat dari salah satu kepala daerah tersebut, Noviwaldy belum bisa berkomentar lebih jauh. Pihaknya sendiri menghargai perbedaan pendapat, namun akan berkoordinasi lebih dulu kepada pusat.

"Beliau pasti punya alasan yang belum bisa diungkapkan didepan umum. Tapi nanti kita akan bicarakan dipusat, dan saya belum dapat laporan, nanti saya akan minta dan bicarakan hal itu kepada Firdaus, mengapa dan kenapa bisa berbeda," ujar Noviwaldy. ***

wwwwww