Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
13 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
2
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
11 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
3
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
13 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
4
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
10 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
15 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Sepakbola
10 jam yang lalu
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Home  /  Berita  /  Badminton
Luar Biasa..!

Perjuangan Kontingen Sulteng Ikuti MTQN 2018 di Sumut

Perjuangan Kontingen Sulteng Ikuti MTQN 2018 di Sumut
QORI-Qoriah Asal Sulteng
Senin, 08 Oktober 2018 01:13 WIB
Penulis: Rijam Kamal/ril
MEDAN-Sungguh luar biasa perjuangan kontingen Sulawesi Tengah (Sulteng) untuk mengikuti MTQN ke-XXVII di Sumatera Utara 4-13 Oktober 2018.

Sebab, kondisi trauma pascabencana tidak menghalangi semangat mereka mengikuti MTQ Nasional.Seperti diungkapkan Neni Kasmawati (23) yang masih belum mendapat kabar mengenai kondisi kedua orangtua dan saudaranya sejak gempa dan Tsunami meluluhlantakan Palu, sulawesi Tengah beberapa waktu lalu.

Dengan kondisi psikis yang belum pulih, kontingen juga harus berjuang untuk bisa berangkat ke Sumatera Utara. “Saat itu tidak ada yang bisa melanjutkan perjalanannya karena gempa,” kenang Neni dengan mata berkaca-kaca, saat menunggu dimulai perlombaan cabang Musabaqoh Menulis Ilmiah Al Quran (M2IQ) golongan putri, Minggu (7/10/2018) di Akademi Pariwisata Gedung Sumeko Djajanegara Jalan RS Haji Pancing.

Ia juga mengungkapkan, di awal-awalnya semangat ketika akan berangkat ke Medan yang rencananya tanggal 3 Oktober.

Namun, karena kejadian gempa dan Tsunami, tidak ada pesawat yang lepas landas. Bahkan bandara dijadikan tempat pengungsian. “Kami sempat patah semangat karena sulit sekali berangkat. Tapi, syukurlah berkat kebijakan dan kemurahan hati Gubernur Sulteng, Longki Djanggola, kami berangkat 4 Oktober,” terangnya. Kontingen Sulawesi Tengah menumpang pesawat Hercules bersama para pengungsi lainnya untuk keluar dari Palu ke Surabaya.

Selanjutnya dari Surabaya, mereka menumpang pesawat komersil menuju Sumatera Utara.Neni kemudian menjelaskan cabang lomba yang diikutinya yaitu Musabaqah Menulis Ilmiah Alquran lomba (M2IQ).

Dalam lomba dimaksud dia mengambil judul Mewujudkan Ketahanan Nasional Melalui Pembangunan Keluarga Sakinah Menurut Konsep Al Quran. “Karena anak dalam keluarga akan jadi generasi untuk negara,” pesannya.

Untuk lomba M2IQ ini, selain Neni juga ada Muhammad Anzar (21) di golongan putra.

Muhammad Anzar yang juga asal Sulawesi Tenggara, Palu mengatakan, ia kuliah di Universitas Tadulako jurusan Kesehatan Masyarakat semseter VII. “Rasanya bangga ikut lomba ini, puji syukur kepada Allah SWT. Ternyata saingan kita hebat hebat dan kita bisa belajar banyak,” ujarnya.

Menangkal Radikalisme dan Membangun Kesatuan Bangsa

Dalam lomba ini, ia membawakan judul tulisan, ‘Menangkal Radikalisme dan Membangun Kesatuan Bangsa yang Majemuk Menurut Konsep Al Quran.

Sementara pendamping Kafilah Sulawesi Tengah, Lukman (45) menyebutkan, mereka yang datang ada 55 orang dan 44 orang di antaranya peserta lomba.

Neni Kasmawati dan Muhammad Anzar juga berharap dengan kemampuan yang mereka miliki bisa menjadi juara dan mengharumkan nama Palu Sulawesi Tengah. “Pelayanan disini bagus, makanannya juga enak,” ungkap keduanya.

Editor:Sisie
Kategori:Sumatera Utara, Olympic, PON, Badminton
wwwwww